poskomalut.com
baner header

MA Tolak Permohonan Gugatan Pemda Halut Terkait Enam Desa

Sekprov: Pemda Halut Harus Terima Putusan MA

SOFIFI-PM.com, Gugatan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara, terkait Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor: 60 tahun 2019 tentang batas wilayah enam desa antara Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara, yang diajukan oleh Bupati Halut Frans Maneri (pemohon) Nomor register perkara : 33 P/HUM/2020, dengan termohon Mendagri, ditolak Mahkamah Agung.

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin A. Kadir saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa permohonan gugatan yang ajukan Pemda Halut ke MA sudah selesai perkaranya. Dalam amar putusannya, MA menolak permohonan. Dengam demikian Permendagri nomor 60 tahun 2019 sudah benar sesuai hukum. ”Saya berharap yang diputuskan MA dapat diterima,”singkatnya.

Sementara Kabag Batas Biro Pemerintahan Setda Malut, Aldy Ali, juga membenarkan penolakan gugatan tersebut. Dengan demikian diharapkan kepada kedua kepala daerah dan semua pihak agar menerima dan melaksanakan keputusan tersebut. Ke depan sebagaimana arahan Gubernur Maluku Utara agar kedua bupati fokus pada peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat di dua wilayah tersebut.

Lanjut Aldy, dalam rangka menyambut pelaksanaan pemilihan kepada daerah, Pemprov Maluku Utara akan senantiasa terus melaksanakan sosialisasi kepada pihak- pihak terkait dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum Daerah dan Bawaslu, sehingga dalam melaksanakan tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah memedomani Permendagri Nomor 60 tahun 2019 tentang batas daerah kedua kabupaten.

“Dalam rangka menyambut pelaksanaan pemilihan kepala daerah di kedua wilayah, gubernur memerintahkan agar Pemerintah Provinsi Biro Pemerintahan untuk lebih aktif lagi dalam melaksanakan sosialiasi,”katanya.

Sebelumnya Gubernur Maluku Utara, KH Abdul GAni Kasuba sangat menghormati langkah hukum yang di lakukan oleh Bupati Halmahera Utara, terkait diterbitkannya Permendagri nomor 60 tahun 2019. Dengan adanya putusan dari Mahkamah Agung ini maka sengketa wilayah yang sudah berlangsung hampir 20 tahun ini telah selesai.

“Mari kita rajut kembali semangat kebersamaan. Mari kita singkirkan sikap menang atau kalah. Mari kita lepaskan semua ego yang telah berlangsung lama, ke depan kita bangun wilayah itu dengan semangat yang sama,”harapnya.(iel/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: