poskomalut.com
baner header

Selain Covid-19, Pemkot Ternate Diminta Prioritaskan Penanganan Bencana Alam

TERNATE- PM.com, Komisi III DPRD Kota Ternate melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Kamis (18/6/20) dalam kunjungan tersebut komisi III DPRD Kota Ternate membicarakan mengenai bencana non alam dan bencana Alam.

Kepada poskomalut.com, Kamis (18/6/20) Junaidi Bahrudin angota komisi III DPRD Kota Ternate mengatakan, Kunjungan kerja ke BPBD Kota Ternate untuk mengetahui langkah-langkah BPBD terkait dengan penanganan bencana non alam dan bencana alam, tapi lebih difokuskan pada penanganan bencana alam seperti longsor yang menimpa beberapa wilayah di kota Ternate, yakni Kelurahan Moti, Kel. Kampung Pisang, Kel. Takome dan Kel. Marikrubu.

Dalam Kuker tersebut BPBD Kota Ternate menyampaikan bahwa tim dari rehap recon (RR) dari BPBD Kota Ternate sudah turun langsung ke lapangan, dan mengambil sejumlah data dan juga sudah menyiapkan estimasi perencanaanya untuk penanganan.

Tapi kondisi saat ini, Kata Junaidi memang kendalanya ada di keuangan. Sehingga pihaknya masih melihat kemampuan dana tak terduga (DTT), apakah itu dipakai semua untuk Covid-19 atau bisa saja diestimasi untuk penanganan bencana alam, seperti longsor dan lain-lain.

“Untuk kedepannya kita akan melihat, misalnya diperubahan anggaran untuk didorong atau dialokasikan penanganan longsor. Sehingga ini juga sangat urgent karena menyangkut dengan nyawa manusia dan harus diprioritaskan juga,” ujar Junaidi sesudah melakukan kunjungan.

Oleh karna itu, kalaupun skema anggaran digeser dari DTT sebagian persennya, maka bisa digunakan untuk merehabilitasi kondisi talud yang patah dan membangun talud baru.

Sementra itu Arif Gani kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate mengatakan, dalam kunjungan DPRD komisi III Kota Tersebut menyangkut dengan tugas-tugas yang dilakukan oleh BPBD dalam melakukan kebijakan ataupun langkah-langkah pananganan bencana non alam dan benca alam di kota Ternate. Namun DPRD lebih memfokuskan pada penanganan bencana alam.

Terkait dengan bencana alam, Kata Arif BPBD sudah melakukan siaga dari bulan Januari 2020, sejak BMKG menyampaikan adanya cuaca ekstrim, dibeberapa daerah di awal tahun sampai puncaknya itu pada bulan maret dan april.

“Disamping menanganai covid-19 kami juga menaruh perhatian pada bencana alam, karna saat ini ada beberapa longsor di kota Ternate yakni Moti Kota, Marikrubu, Takome dan Kampong Pisang. Menyikapi adanya longsor tersebut BPBD telah menurunkan timnya langsung mengenventarisir permasalahan di lapangan sehingga hasil dari lapangan itulah kita buat perencanaan dan tindakan perbaikan maupun rehabilitasi kawasan longsor tersebut,” ungkapnya.

Kemudian lagi-lagi kata Arif kedalanya saat ini, adalah anggaran untuk melakukan perbaikan dan rehabilitasi kawasan longsor namun masih melihat kemampuan dana tak terduga (DTT), apakah itu dipakai semua untuk Covid-19 atau bisa saja diestimasi untuk penanganan bencana alam seperti longsor dan lainya. (Ris/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: