poskomalut.com
baner header

7 Bulan, Dirut RSUD Weda “TONO” Klaim Jasa BPJS Kesehatan

WEDA-PM.com, Meski Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sudah membayar klaim BPJS kesehatan tahun 2019 kepada rumah sakit umum daerah (RSUD) Weda, sejak bulan november lalu. Namun sampai saat ini, RSUD Weda belum juga membayar jasa petugas kesehatan. 

Salah satu petugas kesehatan mengaku, sudah 7 bulan jasa petugas kesehatan belum dibayar rumah sakit. Padahal, dana klaim tersebut ditransfer ke rekening rumah sakit yang dipimpin, dr Safril Samiun itu sejak dua bulan lalu. “Kurang lebih 7 bulan jasa kami tidak dibayar pihak RSUD. Padahal, klaim jasa BPJS sudah ditransfer ke rekening rumah Sakit sejak bulan lalu,”ungkap salah satu petugas medis, kepada wartawan.

Direktur (Dirut) Rumah Sakit Weda, M. Safril Samiun dikonfirmasi mengaku, dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) RSUD sudah ada sejak dirinya masuk pada Januari 2019 lalu. Direktur mengatakan, DPA itu adalah rujukan untuk permohonan permintaan pencairan anggaran BPJS. “Saya masuk di rumah sakit Januari lalu. Pada saat itu, DPA nya juga sudah disusun,”katanya, ketika dikonfirmasi, Senin (22/6). Seraya menyampaikan bahwa, pencairan dibuat hanya bisa cover 6 bulan sebelumnya.

Dia menyatakan, sistem rumah sakit weda,  bukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), makanya tidak bisa penggunaan langsung. Itu artinya, kalau ada anggaran yang masuk harus disetor dulu ke kas daerah setelah itu baru dibuat permintaan.

“BPJS itu sistem pencairannya. BPJS melakukan transfer ke rumah sakit,  setelah itu rumah sakit setor ke kas daerah baru kemudian rumah sakit buat permohonan sesuai DPA yang ada,”papar dia.

Meski begitu, dirut berjanji akan mengupayakan RSUD Weda menggunakan sistem BLUD sehingga setiap dana yang masuk di Rumah Sakit langsung dimanfaatkan.  “Kita ini belum pakai sistem BLUD. Namun akan diusahakan supaya bisa BLUD sehingga bisa penggunaan langsung,”ucapnya. (msj/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: