poskomalut.com
baner header

Demo NHM, Massa Tutup Pintu Masuk Area Pertambangan

TOBELO-PM.com, Ratusan mahasiswa, pemuda, masyarakat dan tokoh adat di lima Kecamatan yang berada dilingkar tambang PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Senin (22/06) kemarin “mengepung” PT NHM.

Massa aksi yang datang ke area NHM dengan menggunakan truk, dilengkapi sound system itu, langsung memblokade pintu masuk ke areal pertambangan. Massa menuntut pihak perusahaan terbuka soal PPM dana Central Social Responcibility (CSR) yang diperuntukkan untuk masyarakat lingkar tambang.

Korlap Marlina Jurubasa menegaskan, aksi yang dilakukan masyarakat ini menuntut dan meminta penjelasan dari pihak perusahaan secara terbuka, terkait nilai produksi setiap tahun PT NHM, agar bisa diketahui nilai anggaran pemberdayaan masyarakat melalui CSR sebesar 1 persen dari total hasil produksi PT NHM dalam setahun. Aktivis perempuan ini menilai, ketidakjelasan nominal hasil produksi yang dilakukan PT. NHM dalam satu tahun, maka menimbulkan kecurigaan bagi masyarakat.

“Jika kita ketahui berapa hasil produksi PT NHM dalam setahun, maka kita ketahui berapa jumlah satu persen dana CSR, tetapi sampai saat ini tidak kita ketahui. Ini bentuk pembodohan terhadap masyarakat lingkar tambang melalui penyaluran dana PPM CSR satu persen tahun 2019-2020. Bahkan akibat dari tidak diketahui berapa hasil produksi pertahun PT NHM, sebelumnya telah terjadi perubahan diinternal PT NHM, terkait mekanisme penyaluran CSR menjadi PPM, bahkan melalui juknis ada pemangkasan dana pendidikan mahasiswa lingkar tambang, Pemberdayaan masyarakat tidak ada, dan mirisnya asrama mahasiswa juga tidak dibangun,” teriak Marlina dalam orasinya.

Perempuan berparas cantik ini menegaskan, selain terbuka dalam pengelolaan dana PPM CSR satu persen, PT NHM, segera bangun asrama mahasiswa, berikan honor pendidikan, kesehatan dan buat pelatihan bagi honor guru dilima kecamatan.

“Berikan bantuan pendidikan tanpa batasan semester, segera pengadaan bus sekolah, dan renovasi gedung sekolah di lima kecamatan, hentikan aktivitas PT NHM selama masa pandemi Covid 19, dan berikan hak ksejatraan bagi buruh PT NHM, dan liburkan buruh selama masa pandemi, serta bajet desa dana Komdev Rp 350 juta per desa diserahkan ke Desa untuk mengelola dan jangan berikan pengurus CSR PT NHM mengelola,” pintanya.

Dirinya mengancam, jika tuntutan massa aksi tidak dipenuhi, maka pihaknya akan siap memboikot seluruh aktivitas PT NHM.

Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WIT hingga 17.00 WIT itu langsung ditanggapi ditanggapi pihak PT NHM dimediasi Bupati Halut Frans Manery, Ketua DPRD Halut Julius Dagilaha, dan Kapolres Halut. Dalam hering terbuka itu, sempat terjadi adu mulut antara pihak PT NHM, Bupati dan masa aksi, bahkan para masa aksi itu juga terjadi adu mulut dengan Bupati Halut.

Bupati yang hadir dalam aksi itu mengatakan, dirinya bersama Ketua DPRD siap memediasi antara pihak PT NHM dan Masayarakat lingkar tambang pada besok (hari ini), Selasa (23/06) di Kantor DPRD.

“Saya bersama Ketua DPRD akan memediasi pertemuan ini, pada besok (hari ini) di Gedung paripurna DPRD untuk membahas tuntutan masa aksi, bersama pihak NHM,” ujar Bupati.

Ditengah penjelasan bupati itu, ada salah satu massa aksi menyebut bupati melepas tanggungjawab,”Bupati lepas tangan atas persoalan tuntutan masayarakat lingkar tambang, dan kami berikan mosi tidak percaya terhadap Bupati,” teriak salah satu massa aksi.

Pernyataan ini lansung ditanggapi panas oleh Bupati, bahkan Bupati sempat marah marah kepada masa aksi dengan nada yang kesal. “Saya bersama ketua DPRD dan Kapolres sudah ada dihadapan mahasiswa untuk memediasi hari ini, dan besok (hari ini) di Kantor DPRD, sapa bilang saya lepas tangan. Saya ada di sini karena bertanggung jawab atas tuntutan masyarakat terhadap PT NHM, maka saya bersama ketua DPRD akan  memediasi di kantor DPRD untuk hering terbuka, jangan ada provokasi di sini. Kami hanya memediasi yang menjelaskan tuntutan masa itu nanti pihak PT NHM dan besok (hari ini),” ungkap bupati dengan nada tinggi.

Sementara salah satu perwakilan PT. NHM, Hi Robet menyayangkan sikap massa aksi yang tidak mengindahkan niat baik bupati dan ketua DPRD Halut. “Bupati dan Ketua DPRD saja kalian tidak dengar lalu siapa yang kalian dengar. Untuk itu besok (hari ini) baru kita hearing di kantor DPRD untuk membahas tuntutan masa,” pungkasnya. (mar/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: