poskomalut.com
baner header

Surya Paloh Copot Ishak Naser, Hatari Nahkoda Baru NasDem Malut

Balon Kada dari NasDem Di-deadline Sampai 17 Juli

TERNATE-PM.com, Mendadak, Ketua umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh memberhentikan Ishak Naser dari jabatan ketua wilayah (Ketwil) NasDem Malut. Posisi Ishak Naser ini, diisi oleh anggota DPR RI Achmad Hatari.

Pergantian Ishak Naser ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 41-Kpts/DPP-NasDem/VI/2020, yang ditandatangi langsung Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh.

Keputusan pergantian Ishak Naser ini dibacakan Ketua DPP Teritorial Maluku-Maluku Utara Rosita Usman, SH.MH, disela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung di Ballroom Royal Resto and Karaoke, bilangan Kalumpang, Senin (22/06). Ishak Naser yang bekerja keras membangun Partai NasDem Malut kurang lebih tujuh tahun lamanya, akhirnya diganti karena ditengarai menurunnya kursi Partai NasDem di DPRD Provinsi, dan Kabupaten Kota di Malut, dari 27 kursi pada Pileg 2014-2019, berkurang menjadi 21 kursi di Pileg 2019-2024.

Namun, dugaan ini dibantah Ketua DPP Teritorial Maluku-Maluku Utara Rosita Usman. Menurutnya, penyegaran pucuk pimpinan dalam sebuah organisasi adalah hal yang lumrah.

“Penyegaran pengurus dalam sebuah organisasi itu hal biasa,” kata Rosita diplomatis.

Ishak Naser kepada sejumlah awak media usai rakor mengimbau kepada semua kader Partai NasDem untuk berfikir positif dengan pergantian ini, sehingga tidak perlu risau karena pegantian posisi merupakan hal yang lumrah.

“Saya minta kita berfikir realistis. Saya hanya kader partai yang diberikan tanggungjawab, dan pergantian ini normal bukan terkesan tergesa-gesa, apalagi kalau dibilang saya ada pelanggaran, tentu tidak. Kenapa? di DPP ada yang namanya Mahkamah Partai yang mana akan disidang kalau kader tertentu melakukan pelanggaran. Yang terjadi kan tidak, artinya pergantian ini normal dan sah, sesuai prosedur partai yang berlaku,” jelas Ishak Naser.

Hal yang sama disampaikan Ahmad Hatari bahwa pergantian Ishak Naser sebagai hal yang biasa. Karena hal tersebut adalah penyegaran partai, guna memenangkan Pilkada tahun 2020 ini, dan tahun 2022 serta tahun 2024 mendatang.

“Pergantian ini sesuai kebutuhan Partai NasDem menghadapi pilkada kedepan. Yang mana pergantian adalah langkah awal karena sekarang ini kita kekurangan banyak kursi di parlemen. Kalau tidak salah, kita kebagian 21 kursi dari sebelumnya 27 kursi. Karena itu, kita harus bekerja keras untuk memenangkan pilkada akan datang,” urai Hatari yang didampingi Ketua DPP Teritorial Maluku-Maluku Utara Rosita Usman.

Terkait dengan beberapa nama bakal calon kepala daerah yang telah diusulkan DPW NasDem Malut dibawah kepimpinan Ishak Naser ke DPP, anggota DPR-RI ini mengaku, semua dukungan yang sebelumnya sudah diterima para bakal calon dibeberapa kabupaten dan kota bakal dipertimbangkan, termasuk M. Tauhid Soleman-Nursia Abdulharis yang secara resmi didukung DPP NasDem untuk Pilwako Ternate.

“Tauhid punya rekomendasi 17 Maret 2020, sah. Tidak boleh diganggu, tidak ada perubahan. Tapi dalam rekomendasi tersebut ada satu klausul, yang memberi deadline terhadap Tauhid harus melakukan komunikasi dengan berbagai partai politik, untuk menambah kuota, karena NasDem hanya tiga kursi,” urai Hatari.

Bahkan, DPP memberikan deadline kepada Tauhid Soleman sampai 17 Juli 2020, jika sampai batas waktu tidak mendapatkan dukungan parati lain, maka rekomendasi Partai NasDem bakal dacabut.

“Kita memberikan batas waktu kepada Tauhid selama empat bulan sejak dikeluarkannya rekomendasi untuk mencari dukungan partai lain. Kita hitung-hitung dari Maret, apabila sampai 17 Juli belum menunjukkan, maka pasti partai akan pertimbangkan. Ini juga berlaku untuk semua bakal calon di beberapa kabupaten dan kota,” tegasnya.

Selain itu juga, partai akan melakukan verifikasi kepada setiap bakal calon, mempertanyakan kesiapan bakal calon dalam melakukan konsolidasi dan komunikasi politik dengan partai lain.

“Jadi partai akan bertanya, saudara sudah melakukan lobi politik dengan partai apa, sejauh mana komunikasi politik dengan partai itu, dengan demikian partai mendapat gambaran, oh ini potensi untuk dapat. Tapi kalau untuk percaya saya akan dapat, nah itu kan abstrak dalam bahasa politik,” akhir anggota Komisi XI DPR-RI ini.

Sementara itu, dalam rakor sekaligus penyerahan SK itu diwarnai protes oleh beberapa kader Partai NasDem. Bahkan, Ketua DPD Partai NasDem Kota Tidore Kepulauan, Mochtar Jumati diusir keluar oleh Ketua DPP Teritorial Maluku-Maluku Utara Rosita Usman, SH.MH. Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan itu diminta keluar oleh Ketua Teritorial DPP NasDem wilayah Maluku, Maluku Utara, Rosita Usman.

“Yang bukan pengurus DPW saya minta tinggalkan ruangan ini,” kata Rosita dari atas podium.

Sebelum meninggalkan ruangan, Mochtar mengatakan, kedatangannya ke Ternate karena diundang langsung oleh Achmad Hatari untuk menghadiri acara tersebut. “Saya diminta langsung oleh Pak Achmad Hatari, saya juga sudah tinggalkan pekerjaan saya di dewan untuk hadiri ini,” kesalnya. 

Salah satu kader NasDem lainnya, Rusmin Latara ikut protes terhadap  acara bertajuk rapat koordinasi (Rakor), tetapi disisipi dengan pergantian Ketua DPW NasDem Malut. Mantan anggota DPRD Provinsi ini menilai pergantian Ishak Naser tanpa melalui mekanisme, sehingga terkesan sperti keinginan Rosita Usman. Baginya, SK pengurus DPW sebelumnya ditantangani pada 2017, namun masa kepengurusan hanya berlangsung tiga tahun langsung diganti.

“Ada yang melihat proses pergantian tidak sesuai. Jangan seperti ini kalian minta kita solidaritas, sedangkan diatas kita diobok-obok, ketika informasi pergantian ini ada kita semua pengurus DPW dan DPD tidak memberikan stagmen karena kita solid,” kesalnya.

NasDem di Malut, lanjut Rusmin, sangat disegani semua pihak. Hanya saja, pergantian kepengurusan tanpa ada koordinasi kali ini membuat bingung kader partai. “Kan baru berjalan 3 tahun, ini tidak ada kesalahan tiba-tiba diganti bukannya kita tidak menerima pak Achmad Hatari tapi prosesnya ini yang salah,” katanya. (maha/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: