poskomalut.com
baner header

Gegara Corona, 3 Lampu Lalulintas Rusak di Ternate “Tara Bisa” Diperbaiki

TERNATE-PM.com, Ada tiga Traffic Light (lampu lalulintas) di Kota Ternate tampakanya sudah rusak beberapa bulan terahir ini, yakni Traffic Light di perempatan Kelurahan Toboko, Bastiong dan Kalumpang yang belum diperbaiki sehingga rawan terjadi kecelakaan.

Berdasarkan pantauan poskomalut.com, Rabu (24/6/20) aktivitas di kawasan tiga Traffic Light yang rusak itu sangat ramai apalagi berada di pusat Kota Ternate. Belum lagi kendaraan yang melintas terkadang melaju kencang. Sehinga kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan lalulintas.

Seperti yang diatur UU no. 22/2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas atau APILL adalah lampu yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan, tempat penyeberangan pejalan kaki (zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya. Lampu ini yang menandakan kapan kendaraan harus berjalan dan berhenti secara bergantian dari berbagai arah.

Pengaturan lalu lintas di persimpangan jalan dimaksudkan untuk mengatur pergerakan kendaraan pada masing-masing kelompok pergerakan kendaraan agar dapat bergerak secara bergantian sehingga tidak saling mengganggu antar-arus yang ada.

“Lampu merah itu memang sudah lama rusak sudah hampir satu bulan ini, yang ada di Toboko dan Bastiong juga belum diperbaiki sampai saat ini,” ujar Amat salah satu pengguna jalan.

Menurutnya, salah satu pemicu terjadinya kecelakaan itu karena memang arus lalulintas tidak berjalan dengan baik.

“Ini sangat penting membantu arus lalu lintas kendaraan, kalau bisa dalam waktu dekat ini lampu merah yang ada di dalam kota harus diperbaiki, dan menjadi perhatian dinas terkait. Jangan sampai terjadi kecelakaan pengendara,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasubag Perencanaan dan Evaluasi Program, Rizal Fahmi Royani mengatakan, anggara perbaikan traffic light itu suda ada di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) induk.

“Namun adanya refokusing anggaran terkait dengan Covid-19, maka adanya penyesuaian-penyesuaian anggaran yang dilakukan, sehingga perbaikan traffic light yang sudah rusak itu ditiadakan,” ujar Rizal.

Dikatakan Rizal, pihaknya masih menunggu sampai bulan Juli nanti, terkait pembahasan refokusing anggaran untuk DPA tahun 2020. Apabila disetujui, namun tidak termasuk perbaikan traffic light yang rusak, maka tidak dapat diperbaiki.

“Kita berharap DPA yang disetujui nanti, ada opsi perbaikan traffic ligth, kalau tidak harus bagimana lagi, kita diperbaiki kalau ada anggarannya, karena saat ini uang kas kita masi kosong,” pungkasnya. (Ris/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: