poskomalut.com
baner header

Ini Kronologis Kasus Asisten I Gubernur Malut Jadi Tersangka

TERNATE-PM.com, Penetapan Asisten I sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Malut, ini atas dasar laporan dari Holfenus.

Kabag Wasidik Ditkrimum Polda Malut AKBP Hengky Setiawan mengatakan kronologis kasus ini, pelapor atas nama Holfenus membuat aduan pada 7 November 2019, dan pada 20 Januari 2020 laporanya dinaikan tahap gelar penetapan status kasus, dari situlah, sehingga penyidik melakukan penyelidikan hingga penetapan tersangka atas kasus ini.

Berdasarkan hasil keterangan yang diterima penyidik, pelapor Holfenus ini meninggalkan rumahnya yang terletak di RT 006/ RW 002 Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan sejak tahun 1999, tetapi setelah pelapor balik ke rumahnya tahun 2002 sudah ada yang menempati rumah tersebut yang tidak lain Hj. Gafaruddin tanpa memberitahukan ke pelapor.

Meskipun sudah mengetahui Hj. Gafaruddin tidak mau keluar dari rumah, sehingga pada tahun 2006 pelapor langsung membuat laporan ke Polres Ternate, laporan tersebut ditangani Brigpol Motar Haji Kota, dan Kasat Reskrimnya AKP Asri Efendi, tetapi pelapor hanya datang buat laporan tidak lagi menanyakan perkembagan selanjutnya.

Hengky juga menyebut, pelapor Holfenus juga sempat membuat laporan di kantor Kelurahan Kalumata pada tahun 2009, namun pihak kantor Kelurahan hanya melayangkan surat penggosongan lahan sebanyak dua kali agar Hj. Gafaruddin segera mengosongkan rumah tersebut. Tetapi berjalanya waktu hingga saat ini Hj. Gafruddin belum juga keluar dari rumah tersebut, bahkan ada tanah yang sisa yang bersangkutan bangun dengan rumah kos-kosan.”Kami juga sudah melayangkan surat panggilan kepada Hj Gafruddin sebanyak 5 kali, namun tidak satu kali pun Hi Gafarudin datang memenuhi panggilan,” kata Hengky.

Bahkan penyidik juga sudah mengeluarkan surat perintah membawa Hj. Gafruddin untuk datang menghadap penyidik, jika yang bersangkutan datang maka penyidik akan melakukan mediasi tetapi hingga sekarang yang bersangkutan tidak datang menghadap penyidik.

Berdasarkan hasil penyelidikan penyidik sertifikat rumah dan surat-surat lainya masih atas nama Holfenus Tondenggan, namun rumahnya sekarang masih ditempati oleh Hj. Gafruddin yang mengaku sudah membeli rumah tersebut.”Sekarang kasusnya penyidik sudah melakukan gelar perkara dan telah menetapkan Hj.Gafruddin sebagai tersangka,” pungkasnya.(sam/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: