poskomalut.com
baner header

Masa Depan ‘AMAN’

Oleh : Ardiansyah Fauji
Jubir AMAN jilid II

Sebagai pemenuhan hak memilih dan dipilih warga masyarakat, Pilkada serentak yang sempat tertunda akibat Pandemi Covid19 akhirnya kembali dilanjutkan setelah digelarnya rapat kesepakatan antara komisi II DPR RI dan Kemendagri bersama KPU RI, hasilnya tanggal 9 desember 2020 ditetapkan sebagai hari pencoblosan.

Pilkada dimasa Pandemi menjadi ujian yang cukup berat bagi demokrasi kita. Kondisi new normal memaksa model pendekatan yang berbeda pula guna memenangkan pertarungan politik elektoral hari ini, meski begitu harapan bersama Pilkada bisa terselenggara secara aman, sehat dan demokratis. Kualitas demokrasi harus tetap terjaga, karenanya selain penyelanggara, kandidat yang bertarung, perilaku pemilih (voting behavior), konsistensi penerapan disiplin terhadap protokol kesehatan menjadi kunci penting untuk mewujudkan harapan bersama tersebut.

Dan harapan bersama itu akan dibawah oleh kandidat petahana Capt Ali Ibrahim – Muhammad Sinen (AMAN) jilid II yang akan bertarung di Pilkada Kota Tidore Kepulauan (Tikep) nantinya. Dengan tetap berusaha menjamin akses pendidikan politik pada setiap pemilih (voters education) maupun informasi kepemiluan. Kerja-kerja pemenangan AMAN jilid II akan memperhatikan hal-hal seperti ini dengan detail, sehingga tak ada warga Tidore Kepulauan yang merasa terabaikan dalam hal memenuhi hak-hak politiknya.

Mengusung visi besar Tidore Jang Foloi ( Tidore nan Indah) dan merupakan kandidat Petahana dipertarungan Pilkada Tikep periode ini, AMAN telah sangat siap menghadapi lawan mana saja. Kami berharap muncul lawan yang sepadan biar makin seru, tapi tampaknya itu tak akan terjadi di Pilkada Tikep jika melihat lawan tanding yang saat ini muncul. Salamat yang digadang-gadang sebagai penantang AMAN rasanya tak berimbang jika basis data sementara yang kita pakai adalah hasil survei dari lembaga nasional kridibel semisal, SDI, Charta Politika dan Indobarometer.

Data-data survei lapangan menunjukan Salamat berada diposisi yang cukup riskan, sementara waktu pertarungan Pemilihan Walikota Tikep tersisa 6 bulan. Pada tingkat popularitas dan elektabilitas kandidat antara AMAN dan Salamat juga sangat timpang. Sebagaimana yang dirilis oleh ‘Indo Barometer’ sebuah lembaga penelitian terutama yang bergerak dibidang survei pemilihan umum besutan Muhammad Qodari desember lalu; Untuk elektabilitas kandidat calon walikota, Capt Ali Ibrahim jika disimulasikan secara tertutup melawan Salahudin Adrias, Basri Salama dan Ramli Pelu, posisi Capt Ali Ibrahim unggul 66,3% sementara Salahudin Adrias hanya bertahan diposisi 16,0% justru Basri Salama secara elektabillitas masih unggul dari Salahudin Adrias diangka 19,5% kemudian disusul Ramli Pelu.

Sementara itu, jika simulasi head to head antara Capt Ali Ibrahim vs Salahudin, elektabilitas Capt Ali Ibrahim naik menjadi 69,5% dan Salahudin Adrias naik tipis 19,8%. Bandingkan head to head antara Basri Salama dengan Capt Ali Ibrahim. Posisi Basri Salama 23,3% unggul dari elektabilitas Salahudin.

Mari kita coba lihat posisi calon wakil walikota, awareness paling tinggi terhadap Muhammad Sinen (Ayah Erik) bandingkan dengan calon kandidat Muhammad Djabir Taha. Dalam simulasi terbuka pada kurang lebih 7 tokoh calon kandidat wakil walikota, Muhammad Sinen berada diposisi 48,0% sedangkan Djabir Taha hanya mampu sampai diangka 4,3% sedang pada silumasi tertutup yang hanya melibatkan 5 orang calon kandidat wakil walikota, Ayah Erik unggul hingga 65,3% dan Muhammad Djabir Taha hanya sanggup bertahan diangka 7,5%.

Pabila dipaketkan, dan pertempuran berlangsung head to head antara Capt Ali Ibrahim-Muhammada Sinen vs Salahudin Adrias-Muhammad Djabir Taha, maka paling banyak dipilih dengan tingkat keterpilihan 72,0% adalah pasangan AMAN, Kandidat Salamat hanya stay di 20,8%. Dari survei Indo Barometer ini, kemantapan pilihan sekitar 69,7% dan kemungkinan berubah pilihan hanya sekitar 26,1% yang tidak tahu dan tidak jawab hanya 4,3%.

Pada sisi popularitas jangan ditanya lagi, sebagai calon petahana, AMAN sudah pasti unggul jauh dibandingkan calon lainnya yang muncul.

Tetapi demokrasi tetaplah demokrasi, harus ada yang berbeda agar semakin berwarna, agar konfrontasi ide, gagasan dan cita-cita kemajuan sebuah kota berlangsung secara ideologis, kita semua berharap begitu. Jadi pertarungan politik bukan hanya sebatas upaya meraih kekuasaan hingga membolehkan cara-cara culas, memproduksi hate speech setiap waktu, hoax dan sentimen pribadi bergentayangan kemana-mana sehingga mereduksi cara-cara berpolitik sehat. Pasangan AMAN akan selalu mau melayani perdebatan, membuka ruang untuk mendialogkan visi dan misi dengan siapa saja, kita ingin demokrasi kita tumbuh dengan baik dan beradab.

Politik adalah panggilan moral, ada kebaikan bersama yang mesti diwujudkan, karena itu mari kita sukseskan Pilkada Kota Tidore Kepulauan pada 9 desember 2020 dengan berpartisipasi memberikan hak pilih kita semua, dan menatap masa depan yang lebih baik bersama AMAN jilid II. Tidore Jang Foloi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: