poskomalut.com
baner header

Polisi Ringkus Pelaku Pencabulan Anak Dibawa Umur Asal Halut

TERNATE–PM.com, Salah satu warga Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut) berinisial MT (48) tega setubuhi anaknya sendiri yang masih berada di bangku pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang ada di Kota Ternate hingga berulang kali.

Kasus ini terbongkar, karena nenek dari anak tersebut telah melaporkan ke penyidik Subdit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut) pada Oktober 2019 lalu.

Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Polda Malut Kompol Anita Ratna Yulianto kepada wartawan mengatakan pihaknya memang sudah menerima laporan dari nenek anak yang tega di setubuhi oleh ayah angkatnya sendiri, dan laporanya tersebut langsung dilakukan penyelidikan hingga diamankan tersangka ke kantor Ditreskrimum.

Memang kasus ini Anita mengakui adalah persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan oleh ayah angkatnya sendiri. Jadi, berdasarkan keterangan yang dikumpul penyidik di lapanggan untuk anak ini sudah disetubuhi ayah angkatnya sejak berada di bangku pendidikan Sekolah Dasar (SD) kelas 5 hingga Sekolah Menenggah Pertama (SMP) hingga lulus sekolah.

“Anak ini sudah disetubuhi berulang-ulang oleh ayah angkatnya sendiri bahkan korban juga sudah tidak ingat berapa kali dilakukan persetubuhan,” ujar Anita kepada di ruangan kerjanya, Jumat (3/7/2020).

Kasus ini terbongkar, karena setelah anak ini lulus dan dibawa oleh ayah angkatnya ke Kota Manado, karena bekerja di Manado sebagai kuli banggunan tetapi tanpa sepengetahuan neneknya sehingga anak tersebut memanfaatkan kesempatan untuk lari kembali kepada neneknya di Ternate, sehingga neneknya langsung melaporkan kejadian tersebut ke penyidik setelah mendenggarkan semua cerita dari cucunya sendiri. “Tersangka sudah diamankan dan sekarang masih menjalani pemeriksaan oleh dokter di RS Bhayangkara Polda Malut,”ungkapnya.

Anita menambahkan, kasus ini memang dilaporkan pada Oktober 2019 setelah laporan tersebut sudah dilakukan penyelidikan hingga melakukan pemeriksaan dari beberapa saksi, dan berkasnya sudah selesai untuk dinaikan ke tahap I tetapi penyidik terkendala pada saat Covid-19, karena akses masuk antara Provinsi ke Provinsi susah sehingga terkendala.

Tetapi sekarang tersangka sudah di lakukan penangkapan di Manado dan sudah berada di Ternate yang sedang menjalani pemeriksaan di RS Bhayangkara Polda Malut setelah ada persetujuan dari dokter jika tersangka tidak ada sakit gangguan maka penyidik akan segera melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

“Sekarang kami jeratkan tersangka dengan pasal 81, 82, dan 35 tahun 2014 undang-undang perlindunggan anak nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun,” pungkasnya.(sam/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: