poskomalut.com
baner header

Ini Rekomendasi Panja DPRD Ke Pemda Halteng, Terkait Penyelesaian Sengketa Lahan

WEDA-PM.com, Panitia Kerja (Panja) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Tengah (Halteng), merekomendasikan beberapa hal penting kepada Pemerintah Daerah (Pemda). Hal ini dalam upaya menindaklanjuti kerja panja penyelesaian sengketa Iahan di Halteng.

Ketua panja DPRD Halteng, Nuryadin Ahmad mengatakan, ada 15 point rekomendasi panja DPR kepada pemda.

Rekomendasi panja tersebut kata Nuryadin, telah secara resmi diserahkan kepada Bupati Edi Langkara, dan Wakil Bupati Abdul Rahim Odeyani, pada Jumat (3/07/2020) sore.

Politisi PDI Perjuangan ini menyatakan,
rekomendasi DPRD ke pemda diantaranya adalah pemda harus memberikan penjelasan terkait poin 6 dalam surat keputusan bupati nomor 30/KEP/2009 yaitu menjelaskan kewajiban PT. Weda Bay Nickel (WBN) untuk membayar kompensasi berupa konstribusi setiap tahun kepada pemda atas penggunaan/pemanfatan tamah dalam bentuk hak guna serah dalam rangka kepentigan pembangunan bandara lelilef Weda.

Pemda juga diminta segera melakukan verifikasi dan mempertanyakan kepada pemerintah kecamatan weda Tengah, dan Pemerintah Desa (Pemdes) Ielilef Sawai dan, Desa lelilef Waibulan terhadap pembayaran atas kompensasi Iahan Desa lokasi Kar-kar seluas 46 ha yang berada di bidang tanah Nuspera senilai RP. 3.686.952.000.- dan peruntukan peggunaan dana tersebut untuk pembangunan desa.

“Pemda harus melakukan kajian/penelusuran secara admintrasi dan hukum untuk memastikan koordinat lahan Nuspera yang dibuktikan dengan kepemilikan peta Lahan Nuspera I dan II milik pemerintah daerah,”kata mantan ketua DPRD ini, Jumat (3/7).

Rekomendasi berikutnya adalah pemda harus melakukan penelusuran terhadap status sisa lahan Nuspera I, dan II seluas 101 hektae milik pemda secara hukum positif dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

Bahwa berdasarkan kunjungan kerja Panja DPRD pada lokasi Blok Nuspera yang secara faktual telah dikuasai dan berubah pemanfaatan Oleh PT Weda Bay Nickel (BPN), dan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), maka DPRD merekomendasikan kepada pemda untuk menugaskan Badan Pertanahan Nasional (BPN) halteng, agar segera menertibkan dan atau memblokir sementara seluruh sertifikat HGB, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Berdasarkan hasil verifikasi pada dokumen peta pembebasan lahan tahap I oleh PT WBN, ditemukan satu bidang tanah atas nama Pemda seluas ± 1 Ha, yang secara faktual telah dimanfaatkan oleh PT Sinar Terang Mandiri (STM). Maka DPRD mendesak pemda ambil alih lahan pemda tersebut dan mempertanyakan legalitas administrasi pemanfaatan lahan itu,”jelasnya.

Lanjutnya, untuk memberikan kepastian hukum bagi pemegang Hak atas suatu bidang tanah khususnya warga masyarakat penggarap lahan usaha II Transmigrasi Kobe. Maka DPRD merekomendasikan kepada pemda untuk dibuatkan payung hukum berupa surat keputusan Bupati yang kemudian melegitimasi warga lokal sehingga dapat melakukan proses /balik nama atas sertifikat tersebut.

Serta merokemendasikan kepada BPN Halteng, agar segera menertibkan sertifikat tanah dan memproses balik nama serifikat sesuai ketententuan perundang-undangan yang berlaku. “Jadi dalam upaya percepatan penyelesaian lahan Usaha II milk warga transmigrasi kobe. DPRD meminta kepada Pemda memfasilitasi pertemuan dengan PT IWIP guna penyelesaian sengketa tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama,”ujarnya.

Rekomendasi selanjutnya adalah, mendesak kepada PT Weda bay Nickel, dan PT. IWIP segera menyelesaikan ganti kerugian dalam bentuk tali asih atas lahan garapan masyarakat yang berada dalam kawasan kaorahe, ake jira, dan sakaulen, yang masuk dalam areal izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), dan kemudian hasil pembebasan Iahan tersebut dilaporkan kepada pemda dan DPRD.

“Terhadap penyelesaian ganti kerugian (tali asih) atas lahan garapan masyarakat yang berada dalam kawasan kaorahe, ake jira, dan sakaulen, DPRD meminta kepada Pemda berkoordinasi dengan para pihak guna penyelesaian tersebut,”jelas anggota DPRD dapil Patani Gebe ini.

DPRD juga merekomendasikan kepada Badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD), dan Bagian Pemerintahan Pemda, untuk mendaftarkan dan atau mensertifikatkan aset milik pemda berdasarkan Surat Menteri keuangan (Menkeu) Nomor S.593/MK.011/1985 tanggal 29 Maret 1985 yaitu terdiri dari Bidang tanah Blok Nuspera I dan Nuspera II, Blok Bidang Tanah Tilope I dan Tilope II serta Bidang tanah Samdi, termasuk seluruh aset tanah milik pemerintah daerah yang tersebar dalam wilayah kabupaten Halmahera Tengah, sesuai kententuan perundang-undangan yang berlaku.

“Kepada saudara Bupati untuk segera melakukan koordinasi dengan PT Perkebunan Nusantara XIV (PTPN) di makassar untuk meminta peta tanah eks PNP yang berada di kabupaten Halteng, yang terdiri dari Blok Tilope I, dan Tilope II, blok Nuspera I dan Nuspera II dan Blok samdi,”paparnya.

Rekomendasi lain adalah, pemda diminta segera melakukan pembayaran ganti kerugian tanah dan tanaman dan atau objek hak pihak Iain yang digunakan untuk pembangunan ruas jalan Patani- Gemia dan Ruas Jalan Tepelo — Sakam, serta Ruas Jalan Blifitu- Baka jaya, termasuk lokasi pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah pusat, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Meminta pemda segera melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional guna menyelesaikan permasalahan tanah dengan batas waktu penyelesaian paling Iambat Tahun 2021 dan meminta kepada saudara Bupati segera menetapkan standar nilai jual objek pajak (NJOP) dan zona nilai Tanah dalam wilayah halteng,”

Seraya menyatakan, DPRD sebagai institusi politik harus segera mengambil keputusan melalui mekanisme rapat paripurna yang menyatakan bahwa panitia Kerja penyeleasaian sengketa tanah harus ditingkatkan statusnya menjadi Panitia Khusus, sehingga tugas dan kewenangannya dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap sengketa tanah yang terjadi dalam wilayah hukum pemda halteng.(msj/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: