poskomalut.com
baner header

Jemput Ganja 2,7 Kg Dari Aceh, Dua Kurir Dibekuk Polres Ternate

TERNATE-PM.com, Polres Ternate melalui Satuan Reserse Narkoba berhasil menggagalkan sebanyak 2,7 kilo ganja yang dipesan dari Kota Aceh untuk diedarkan ke wilayah hukum Kota Ternate, Maluku Utara (Malut)

Pengungkapan barang bukti ganja seberat 2,7 kilo ini berdasarkan informasi dari masyarakat akan ada transaksi penjemputan barang bukti narkoba yang masuk melalui kantor pos Ternate, yang berada di Kelurahan Bastiong, Kecamatan Ternate Selatan, berdasarkan informasi tersebut anggota opsnal Satnarkoba Polres Ternate langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada, didampingi Wakapolres Ternate dan Kasat Narkoba, dalam menyampaikan keterangan pers usai mengagalkan peradaran ganja 2,7 Kg, di TMC Mapolres Ternate. (foto:Sul)

Kapolres Ternate, AKBP Aditya Laksimada dalam keterangan pres rilisnya mengatakan, pengungkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat, sehingga anggota opsnal Satnarkoba langsung bergerak untuk melakukan pengintaian ke lokasi setelah berada dilokasi ada salah satu target tersangka yang sedang berada di dalam kantor pos Ternate yang sedang mengambil paket kiriman.

Dimana kata Kapolres, anggota langsung introgasi terhadap target tersebut berinisial MH alias Ade (32) sala satu warga Kelurahan Muhajrin, yang sedang memegang dua paket berwarna hitam saat ditanyaa oleh anggota paket tersebut sudah di suruh oleh seseorang Napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Ternate untuk menjemput paket tersebut.

Saat tangkapan anggota berhasil temukan barang bukti dua paket yang sudah berisi ganja seberat 1,5 kilo, beserta handphone yang digunakan tersangka dan langsung diamankan ke kantor Satnarkoba Polres Ternate beserta barang buktinya untuk dilakukan pengembangan.

Setelah melakukan pengembangan terhadap tersangka pertama yang ditangkap pada 29 Juni tahun 2020, anggota juga mendapat informasi akan ada satu target yang akan menjemput paket di kantor pos Ternate pada 30 Juni tahun 2020. Sehingga keesokan harinya anggota langsung bergerak menuju ke lokasi untuk melakukan pengintaian ke lokasi dan berhasil melihat target yang sudah mengambil paket kiriman sedang bergegas untuk keluar dari kantor pos Ternate namun langsung di tahan oleh anggota.

Pada saat anggota melakukan pengeledahan terhadap tersangka kepada barang bawaanya anggota menemukan paket tersebut berisi ganja, dan langsung dilakukan penahanan serta anggota langsung mengintrogasi kepada tersangka berinisial RB alias Tandi (25) warga Kelurahan Salero, dari pengakuanya barang tersebut dijemput berdasarkan suruhan dari seseorang Napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Ternate, sehingga barang bukti serta tersangka langsung diamankan ke kantor Satnarkoba Polres Ternate untuk dilakukan pengembagan.

“Anggota Satnarkoba berhasil mengamankan dua tersangka dengan sebagai kurir di hari yang berbeda dengan jumlah barang bukti tangkapan sebesar 2,7 kilo ganja,” ujar Kapolres Ternate dalam keterangan pers di depan TMC Polres Ternate, Sabtu (4/7/2020).

Bahkan Kapolres, mengaku dari hasil interogasi kepada kedua tersangka keduanya sudah di suruh oleh Napi yang ada di Lapas untuk mengambil barang mereka yang akan datang dari Aceh, dan juga pengakuan kedua tersangka barang tersebut baru satu kali dilakukan pengiriman ke Ternate, namun anggota tidak mudah untuk percaya dan masih dilakukan pengembangan apakah akan ada tersangka lainya.

Untuk itu berdasarkan pengakuan kedua tersangka, barang tersebut akan diberikan kepada Napi yang ada di Lapas maka secepatnya pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Lapas.”Kami akan koordinasi dengan pihak Lapas terkait tangkapan ini,”ungkapnya.

Bahkan tersangka Ade baru diketahui bebas bersyarat pada Januari 2020 kemarin dengan kasus yang sama, namun barang buktinya sabu. “Ade itu jalani hukuman penjara 9 tahun di Lapas baru keluar awal tahun 2020 kemarin,”jelasnya.

Atas perbuatan kedua tersangka maka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 111 ayat (2) atau pasal 127 hurut a Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba.”Sesuai pasal yang disangkakan itu ke kedua tersanga di ancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.(sam/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: