poskomalut.com
baner header

Kades Damuli Tarik Dana BST Dari Tangan Warga

WEDA-PM.com, Pejabat sementara (Pjs), Kepala Desa Damuli, Kecamatan Patani Timur, Hakka Hi Abdullah, menarik kembali dana bantuan sosial tunai (BST) yang sudah disalurkan kepada 39 kepala keluarga (KK).

Penarikan kembali dana yang bersumber dari kementerian sosial (Kemensos) itu dilakukan lantaran tidak sesuai. Pasalnya, 39 keluarga penerima dana BST tersebut sudah masuk dalam daftar penerima dana bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) bahkan sudah menerima BLT. Dalam aturan, keluarga yang sudah terima BLT tidak bisa lagi menerima BST. Begitupun sebaliknya, warga yang sudah terima BST tidak bisa lagi menerima BLT.

Salah satu warga setempat menyatakan, penyalurkan dana BST kepada warga dilakukan pada Senin (26/6) lalu di kantor pos patani. Namun setelah penyaluran, kepala Desa Damuli menyuruh 39 warga mengembalikan uang senilai Rp1.200.000 yang sudah mereka terima.

“Jadi penarikan ini dengan alasan 39 warga baru-baru ini sudah menerima BLT DD dua bulan sehingga tidak bisa lagi menerima BST.  Kades menarik BST dua bulan untuk menutupi BLT DD 2  bulan yang sudah diterima 39 warga ini sebelumnya,” kata warga tersebut, Minggu (5/7).

Warga tersebut menuturkan, maksud dirinya menyampaikan hal ini agar ada kejelasan. Sebab kata dia, data warga penerima BST langsung dari Kementerian Sosial, dan mereka yang menerima BST namanya sesuai dengan data dari Kementerian. “Penerima BST ini datanya langsung dari Kementerian Sosial, sehingga ini harus ada penjelasan,”ujarnya.


Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pemkab Halmahera Tengah (Halteng), Salmun Saha dikonfirmasi menjelaskan, kebijakan yang ambil Kades Damuli sudah sangat tepat. Hal ini menurut Kadis, penerima bantuan tidak bole ulang.  “Betul sekali kebijakan Kades Damuli, penerima bantuan tidak boleh dua kali. Kalau sudah terima BLT DD tidak bisa lagi dapat BST,” jelasnya. (msj/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: