poskomalut.com
baner header

DPRD Tikep Pertanyakan Laporan Warga Aketobatu

TIDORE-PM.com,  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauaan, segera mengirim surat secara resmi kepada Kapolres Kota Tidore untuk mempertanyakan  terkait penanganan laporan warga Desa Aketobatu, Kecamatan Oba Tengah, atas dugaan pemalsuan tanda tangan dokumen pencairan sejumlah kegiatan yang bersumber dari alokasi dana desa.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota  Tidore Kepulauaan, Mochtar Djumati SH, kepada Posko Malut, Senin( 6/7), usai melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh  yang berasal dari Desa Aketobatu.

 Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan laporan sejumlah kegiatan diduga fiktif dan tidak sesuai dengan realiasi lapangan pengadaan bibit cengkih, pala dan kacang. Ini lantaran apa yang tertulis di kwitansi tidak sesuai dengan yang diterima, disertai pemalsuan tanda tangan warga yang dilaporkan pada  12 Juni  atas dugaan korupsi Rp 100 juta.

Atas pertemuan ini  harapan DPRD agar permasalahan ini segera diselesaikan secara hukum jika masuk dalam rana pidana, agar tidak merembat ke tingkat bawah. DPRD selaku lembaga politik tetap merespon dan menampung segala aspirasi yang disampaikan warga untuk ditindaklanjui. “Maka dari itu kami akan segera menyurati Mapolres Tidore,’’ terang Mochtar.

 Sementara itu  Kasat Reskrim Polres Tidore, Iptu Redha Astrian S.T.K, ketika dikonfirmasi menjelaskan penanganan kasus dugaan pemalsuan ini dalam waktu dekat akan  digelar untuk ditingkatkan statusnya. Sejauh ini belum ada penetapan tersangka sampai adanya gelar perkara. “Pihak terkait termasuk kepala desa sudah kami periksa,’’ singkat Redha.

 Sebelumnya, Kepala Desa Aketobatu, Hasan Abubakar dan perangkatnya dilaporkan warga atas dugaan melakukan tindak pidana pemalsuan tanda tangan dan dokumen pencairan anggaran yang bersumber dari alokasi dana desa dan dana desa tahun 2017. Ini berupa bantuan kelompok tani, lomba 10 program PKK, lomba tingkat RT dan kegiatan LPM dengan total anggaran  Rp 166.500.000,- yang seluruhnya diduga fiktif.(mdm/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: