poskomalut.com
baner header

Produk Herbal STIKMAH Siap Diuji ke Pasien Covid-19

TOBELO-PM.com, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan Akademi Kebidanan Halmahera (STIKMAH) Tobelo, siap melakukan uji kelayakan produk Herbalove dari bahan daun pangi, gogolobe dan bintang laut merah ke pasien Covid-19.

STIKMAH Tobelo menjadi salah satu kampus yang masuk dalam program nasional percepatan penanganan Covid-19 melalui suplemen herbal. Uji produk herbal hasil temuan kampus yang dipimpin dr. Arend L. Mapanawang ini, rencananya dilakukan dalam dekat.

“Uji klinis ini dilakukan berdasarkan program nasional, dimana STIKMAH Tobelo menjadi salah satu kampus dari 3 kampus swasta lainnya yang disetujui riset suplemen kaitan percepatan penanganan Covid-19,” jelas dr. Arend L. Mapanawang.

Dr. Arend menyebutkan, pihaknya telah menyediakan sampel dan selanjutnya akan disampaikan teknis pengujian suplemen ke Gustu Covid-19 dan pasien terkait dengan penggunaan suplemen tersebut.

“Kami sementara menyiapkan administrasi, selanjutnya akan ada penjelasan ke pasien, penjelasan tim dan infom konsen kaitan persetujuan mengkonsunsi suplemen dalam uji klinis program nasioal,” terangnya.

Terkait dengan rencana uji klinis ini, dirinya mengaku, sudah disampaikan ke Bupati (Ketua Gustu), Kodim 1508/Tobelo dan Polres. Selain itu, rencananya juga disampaikan ke Gubernurs dan rumah sakit terkait di Ternate.

“Presiden RI dan kementerian terkait yang meminta ke STIKMAH Tobelo untuk memasukan proposal. Alhasilnya, dari 5500 proposal yang masuk, salah satunya STIKMAH Tobelo masuk dalam konsersium dimana masuk untuk uji kliknis dan produksi herballove, golaren, pangeat dan bintang laut. Untuk bintang laut masih menunggu hasil uji,” sebut Arend.

Selain itu, kaitan uji klinis suplemen yang nantinya dilakukan, pihak STIKMAH Tobelo berharap dapat mempunyai hasil baik, jika dari ratusan sampel yang disediakan dapat memberikan hasil baik, maka akan dilakukan penyediaan obat tradisional terstandar atau hanya suplemen.

“Kami dari pihak STIKMAH lewat suplemen tersebut, yang terpenting sudah memenuhi izin dari BPOM dan mudah-mudah berjalan baik sesuai yang direncankan. Namun karena diminta melakukan uji kliniks maka sementara dilakukan kelengkapan administrasi sebagai syarat yang diperlukan,” paparnya. 

    Arend menambahkan, sesuai dengan rencanaya akan dilakukan uji klikis mulai 1-2 minggu kedepan, dan jika berhasil sesuai yang diharapkan, maka pihak herballove akan memprosesnya ke tahapan selanjutnya.

“Untuk saat ini, salah satu uji klinis tahap awal adalah sosialisasi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tahapan untuk segera melakukan uji kliniks berdasarkan perintah Presiden. Jika berhasil, maka kami akan memprosesnya ke tahapan lebih lanjut dengan memproduksi lebih banyak lagi,” akhirnya. (mar/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: