poskomalut.com
baner header

Bantuan Studi di Halteng Belum Sepenuhnya Disosialisasi

WEDA-PM.com, Bagian Organisasi Sekertariat Daerah (Setda) Halmahera Tengah (Halteng), dinilai kurang menyosialisasikan program bantuan akhir studi yang dicanangkan Bupati Edi Langkara dan Wakil Bupati Abdul Rahim Odeyani, kepada masyarakat.

Akibatnya, program andalan Elang-Rahim itu tidak diketahui masyarakat, terutama mereka yang sedang menempuh pendidikan, baik strata satu (S1) maupun strata dua (S2). Hal ini terungkap dalam rapat pendalaman laporan keterangan pertanggung-jawaban (LKPJ) antara Komisi I DPRD dengan mitra kerja.

Ketua komisi I DPRD Halteng, Asrul Alting, menyatakan anggaran bantuan akhir dan awal studi yang disiapkan pemda senilai Rp 3,5 miliar. Hanya saja, dana yang melekat pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) itu tidak terserap 100 persen. “Anggaran bantuan awal dan akhir studi pada APBD tahun 2019 itu sebesar Rp3,5 miliar. Yang realisasi Rp 2,1 miliar. Masih tersisa Rp1 miliar lebih yang tidak terserap,”kata ketua komisi I DPRD, Asrul Alting, kemarin.

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku, kendala tak maksimalnya penyerapan anggaran bantuan awal dan akhir studi itu karena tidak adanya sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan, profosal bantuan awal dan akhir studi yang masuk di bagian organisasi hanya 300 sekian. 

“Bagian organisasi kurang melakukan sosialisasi sehingga bantuan studi ini tidak terlalu diketahui masyarakat. Padahal, banyak mahasiwa asal Halteng yang menempuh jenjang pendidikan S1 maupun S2,”ungkap anggota DPRD tiga periode itu. Sekertaris DPC PDIP Halteng ini, meminta bagian organisasi bekerjasama dengan pemerintah kecamatan maupun desa untuk melakukan sosialisasi.(msj/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: