poskomalut.com
baner header

Hanya Taliabu Bisa Tatap Muka Siswa Baru dan Guru

SOFIFI-PM.com, Pengenalan lingkungan sekolah (PLS) bagi siswa baru sekolah menengah atas (SMA)/ SMK sederajat di Provinsi Malut tahun ajaran baru telah dimulai Senin (13/7) kemarin. Namun, pelaksanaan berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana tahun ini ditengah Pandemi Covid-19 sehingga di Provinsi Malut hanya SMA di Taliabu, kegiatan PLS untuk siswa baru dilaksanakan secara tatap muka, sementara SMA di kabupaten/kota lain dilakukan secara online.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut Imam Mahdi saat dikonfirmasi wartawan mengaku, tahun ajaran penerimaan siswa baru ditengah Pandemi Covid-19, tetap menerapkan protokol kesehatan, dan saat ini masuk tahap pengenalan lingkungan sekolah. Pihak Dikbud Malut telah mengeluarkan edaran terkait juknis pelaksanaan PLS ditengah Pandemi Covid-19, hanya daerah zona hijau yang bisa Lakukan PLS secara tatap muka.

”Untuk Kabupaten Pulau Taliabo (Zona hijau) agar mempersiapkan daftar periksa dan melengkapi perlengkapan sesuai protokol Covid-19 serta ijin orang tua sebagai syarat untuk menetukan kesiapan Satuan Pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka dan segera melaporkan ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Kepala cabang Dinas untuk di jadikan pertimbangan teknis sebagai syarat diterbitkannya ijin Pemerintah Daerah,”kayanya

Sementara, lanjut Imam, untuk Satuan Pendidikan yang berada di Daerah Zona Kuning, Oranye dan Merah di larang melakukan Proses pembelajaran tatap muka dan tetap melanjutkan Belajar Dari Rumah (BDR) dengan tetap berpedoman pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 4 Tahun 2020 tentang  Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa COVID-19 dan surat Edaran Sekertaris Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 15 Tahun 2020, tanggal 18 Mei 2020, tentang Pedoman Penyelenggaran Belajar dari Rumah dalam masa darurat penyebaran covid-19.”untuk daerah zona merah, Oranye, kuning, masih tetap gunakan sistem daring (online),” katanya.

Pihaknya juga meminta, pada Kepala Satuan Pendidikan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan tetap berada di tempat tugas dan tidak bisa meninggalkan tugas tanpa seijin atasan langsung serta wajib mengisi daftar periksa pada laman Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menentukan kesiapan Satuan Pendidikan baik Zona Hijau,Kuning,Oranye dan Merah. (iel/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: