poskomalut.com
baner header

Dana Pemprov Malut Berkurang Rp 400 Miliar

Kegiatan SKPD Terancam Tak Jalan

SOFIFI-PM.com, Wabah coronavirus (Covid-19) benar-benar membuat Pemprov Malut pusing kepayang. Kenapa tidak, pendapatan daerah pada APBD induk 2020 ini mengalami penurunan alias berkurang sebesar Rp 400 miliar.

Penurunan pendapatan daerah ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebanyak 11 persen, Dana Alokasi Khusus (DAK)  sekitar 25 persen, kemudian Pendapatan Asli Daerah (PAD)  yang tidak mencapai target 15 persen. Kondisi ini membuat sejumlah kegiatan atau program di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Malut terancam tidak jalan.

”Realisasi kegiatan belaja OPD saat ini terhambat belum dilakukan karena pendapatan daerah menurun. Apalagi jika kegiatan bersumber dari anggaran  Dana Bagi Hasil (DBH),” ungkap Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Malut Bambang Hermawan saat dikonfirmasi dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (14/7).

Dia mengaku, menurunnya sumber pendapatan ini sangat berpengaruh terhadap  realisasi belanja pada OPD di lingkup Pemprov. ”Semua sumber pendapatan menurun sehingga sangat berpengaruh pada realisasi belanja SKPD,” pungkasnya. (iel/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: