poskomalut.com
baner header

Bupati Halbar Copot Aston J. Siwatalbessy Dari Kadis Katahanan Pangan

JAILOLO -PM.com, Mendadak Bupati Halmahera Barat, Danny Missy mencopot Aston J. Siwatalbessy dari jabatan Kepala Dinas ketahanan Pangan dan digantikan dengan Mahdar Ali Djen.

Aston dicopot dari jabatan yang telah didudukinya sejak 2018 sampai akhir jelang akhir 2020, itu lantaran dari sisi penilaian belum mampu bekerja secara maksimal sehingga digantikan dengan salah satu Kabid di Dinas tersebut.

Sekertaris BKD Halbar, Abdul Latif kepada wartawan mengatakan, dalam Pergantian di jabatan Kadis Ketahanan Pengan ini, tidak bertantangan dengan aturan.

Kata Abdul Latif, karena jabatan Aston sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Halbar, hanya sebatas Pelaksan tugas (Plt) karena kekosongan sehingga Aston yang menjabat Sekretaris di Dinas Ketahanan Pangan diberikan kepercayaan oleh Bupati dengan status Plt atai menjabat sementara.

” SK ditandatangani oleh Sekda, dan dikeluarkan sejak Senin kemarin. sekarang pak bupati menggantikan pak aston dengan Mudar M Djen, yang menjabat salah satu kabid di dinas disitu,” kata Sekertaris BKD Halbar Abdul Latif Selasa (15/09/2020) diruang kerjanya.

Saat ditanyakan apa Aston dicopot karena ada faktor lain? menanggapi itu Abdul Latif menegaskan, jika terjadi dengan hal-hal lain selaku Sekretaris tidak mengetahuinya, sebab Surat Keputusan (SK) ditandatangani oleh Sekda Syahri Abdurajak.

Selain itu Ia mengaku, untuk soal rolling esalon II,III dan IV dalam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halbar sempat ada upaya melakukan roling, namun surat dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) belum direspon Kemendagri RI.

” Yang dirolling ini jabatan sementaranya bukan jabatan devinitif. saat ini belum bisa melakukan pelantikan karena tidak ada ijin dari Kemendagri, jadi sementara mengisi kekosongan. usulan roling setiap esalon kami sudah usulkan dengan menyurat sejak Bulan Juli 2020 ke Mendagri tapi belum direspon sampai sekarang,”ungkapnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, kemarin itu ada dua Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan, pertama mengisi kekosongan kepala di BPBD dan kedua di Dinas Ketahanan Pangan. “Yang di BPBD karena Kepalanya (Imbran Lolori) mengajukan pensiun dini. jadi hanya mengisi kekosongan,”pintanya.(Sam/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: