poskomalut.com
baner header

Baru Tiga Perusahaan Tambang di Malut Sumbang Dana Covid-19

SOFIFI-PM.com, Gubernur Abdul Gani Kasuba resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bersama tiga Perusahaan tambang di Malut dengan total nilai Rp 6,1 miliar (Rp 6.100.000.000). Penandatangan NPHD tersebut berlangsung di Aula Kantor Gubernur di Sofifi pada Rabu (23/9), kemarin.

Gubernur dalam sambutannya mengungkapkan, proses permohonan bantuan hibah dari perusahaan saat ini memang belum pernah dilakukan sebelumnya. Namun, karena memang dalam kondisi yang terdesak sekali sehingga Pemprov Malut meminta sumbangsih perusahaan, meskipun sebelumnya kontribusi perusahaan sudah sangat banyak melalui pajak.

“Tapi ini provinsi yang minta bantuan karena itu saya minta kepada kadis ESDM umumkan perusahaan apa yang kasih satu juta tetap terma kasih banyak. Sekalipun hanya Rp 500 ribu tidak apa- apa, saya minta transparan jadi kepala dinas umumkan ke media televisi dan koran,” pintanya.

Gubernur mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh perusahaan yang beroperasi di Provinsi Malut. Kadis ESDM Hasyim Daeng Barang menyebutkan, perusahaan yang sudah melakukan penandatangan NPHD adalah PT .NHM senilai Rp 4 miliar, PT Wanatiara Persada Rp 2 miliar dan PT Ara senilai Rp 100 juta.

Sementara, perusahaan lainnya masih menunggu kesepakatan dari direksi. “Kami sudah memberikan naskah  NPHD  dikasih waktu sampai satu Minggu untuk mereka  mempelajari dokumen NPHD itu. Untuk direalisasikan kemudian kembali ke kami untuk menentukan besaran nilai yang akan ditandatangani NPHD,”ujar Hasym.

Tentunya, kata Dia, hibah  ini sesuai surat yang sudah dilayangkan untuk penanganan Covid -19 karena kondisi Covid -19 APBD mengalami deficit  sehingga pemerintah mau tidak mau harus mengajak semua  pihak baik  perusahaan, maupun stakholder manapun untuk berpartisipasi penanganan Covid -19.

Dikatakan, dari 105 perusahaan di Malut semua akan memberikan bantuan dan pihaknya sudah memberikan dokumen  NPHD. “Nanti akan kami umumkan perusahaan – perusahaan yang memberikan kontribusi kepada daerah supaya masyarakat juga tau. Kita bisa lihat partisipasi perusahaan ke daerah sejauh mana,” ujarnya.

Ditempat yang sama, kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bambang Hermawan menyampaikan, Pemprov Malut telah menerima sumbangan dari mitra perusahaan dalam rangka penanganan Covid -19 di Provinsi Maluku Utara. Dimana semua sudah menyatukan tekad untuk melawan bersama bencana non alam Covid -19 di Provinsi Malut.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi yang diberikan dana ini digunakan untuk perlawanan Covid -19 tidak akan digunakan luar dari penanganan. Ditambahkan lagi bahwa, dana estimasi yang kita hitung diluar dari itu masih membutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar. Oleh karena kita merasa berat makanya kita mengajak komponen yang ada di wilayah Malut untuk bersama- sama,” akunya.

Harapannya, satu minggu ke depan, dana sudah bisa diterima sehingga bisa dijadikan satu rencana kerja action, baik sebagai bantuan keuangan kepada kabupaten/kota atau kita melakukan kegiatan yang menyertakan kabupaten/kota. “Yang jelas  keseluruhan dapat digunakan untuk perlawanan bencana non alam Covid -19,” tutupnya. (iel/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: