poskomalut.com
baner header

Kadikbud Malut Siap Beri Keterangan di Polda

Kadikbud : Kemungkinan Kami akan Lapor Balik

SOFIFI-PM.com, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara Imam Mahdi dengan santai menanggapi adanya laporan dugaan pencemaran nama baik saat dirinya merespon dugaan ijazah palsu salah satu calon bupati Halmahera Selatan (Halsel).

Mantan kepala BKD Malut ini mengaku siap jika pihak kepolisian meminta keterangan atas laporan tersebut. ”Kalau saya dilaporkan, maka saya akan hadiri panggilan penyidik untuk memberikan keterangan, namun sampai saat ini belum ada surat panggilan,” katanya.

Dia mengaku, persoalan tersebut sudah melaporkan ke Sekprov Malut Samsuddin A. Kadir dan Biro Hukum untuk pendampingan hukum. Hal ini dikarenakan, persoalan yang dihadapi ini bukan persoalan individu tapi institusi pemerintah. ”Saya sudah sampaikan ke Sekda dan Karo Hukum untuk pendampingan,” katanya.

Disisi lain, dia mengaku terkejut saat menerima laporan dirinya bersama Sekertaris Dikbud dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik. “Yang dicemarkan siapa, karena  masalah hanya ijazah. Sekali lagi, kami mencemarkan nama baik siapa, ini hanya persoalan ijazah, dimana oknum yang diduga punya ijzah palsu menyurat ke Dikbud untuk minta surat keterangan. Dikbud kemudian memanggil yang bersangkutan membawa ijazah asli untuk memastikan saja,” ujarnya.

Namun, dia tidak mempermasalahkan laporan tersebut. “Nanti kita lihat siapa yang salah dan benar, semua  akan terungkap. Nanti lihat dalam proses hukum ini, kemungkinan kami akan lapor balik,” tegasnya.

Sementara Karo hukum Setda Malut Faisal Rumbia saat dikonfirmasi mengaku Dikbud Malut merupakan bagian dari Pemerintah Provinsi Malut sehingga dengan laporan tersebut, Pemprov akan melakukan pendampingan hukum. ”Dikbud merupakan institusi pemerintah provinsi, jadi kami akan pendampingan hukum atas laporan tersebut,” singkatnya. (iel/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: