poskomalut.com
baner header

Warga Ancam Polisikan Kades Nunca Taliabu

BOBONG-PM.com, Warga desa Nunca, Kecamatan Taliabu Utara Kabupaten Pulau Taliabu mengancam akan mengadukan Kapela Desa Nunca Wempi Suboong, karena diduga sengaja tidak membayar harga lahan dan tanaman warga yang digusur untuk pembukaan jalan desa.

Perwakilan keluarga, Marten Yanware pada Posko Malut menyebutkan, lahan dan tanamanya warga yang digusur saat embukaan jalan baru desa Nunca, dibangun diatas lahan milik keluarganya, dan merusak 17 rumpun pohon sagu.

Marten bilang, penggusuran 17 rumpun pohon sagu milik keluarganya, dibuat dalam bentuk surat perjanjian dan kesepakatan yang ditandatangan langsung oleh pihak ke satu Marten Yanware, Kepala Desa Nunca, Wempi Suboong, sebagai pihak ke dua, serta dua orang saksi diantaranya Ketua BPD Nunca, Titus Kedong dan saksi Abraham Tukan.

“Dalam perjanjian itu, disebutkan harga per rumpun sagu sebesar Rp. 1.500.000 dengan total rumpun sagu yang digusur sebanyak 17 rumpun. Harga 1.500.000 per rumpun sagu ini juga disepakati secara bersama-sama pada tanggal 22 desember 2019 lalu,” ungkap Marten Yanware.

Kata Wempi Suboong, bahwa pohon sagu yang digusur akan dibayar setelah pulang dari Bobong, tetapi hingga saat ini kades belum juga menbayar tanaman tersebut, dan masih terus berjanji nanti pulang dari Bobong.

“Kades bilang nanti pulang dari Bobong baru bayar harga pohon sagu yang digusur, tapi sampai saat ini kades sudah bula bale Bobong sudah ratusan kali, belum juga dibayar,” jelasnya. (cal/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: