poskomalut.com
baner header

DPRD Ternate Diminta Akomodir Program Solar Cell dan Lahan Perkuburan Cina

TERNATE- PM.com, Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Ternate Nuryadin Rachman berharap usulan Disperkim terkait dengan program solar Cell di pulau terluar dan Lahan Perkuburan Cina dapat diakomodir.

“Kita berharap setelah rapat dengan DPRD, ketua Komisi dan Anggota nya bisa membantu dan mengkomunikasikan dengan TAPD sehingga pelayanan program itu bisa jalan. termasuk juga lahan perkuburan dan Solar Cell,” harap Nuryadin kepada DPRD kota Ternate (25/09).

Nuryadin menerangkan, Perencanaan disperkim Kota Ternate ada tiga bidang yakni bidang Perumahan, bidang fasilitas PJU dan peremajaan lampu dalam kota.

Bidang perumahan itu memang hampir sebagian besar anggaran di masukan di Kua-ppas, tapi sebagian item-item penting yang belum akomodir dalam Kua-ppas 2021 dan itu menjadi pembicaraan dalam rapat dengar pendapat dengan komisi III.

Kalau di bidang fasilitas PJU itu itemnya sangat terbatas karena yang diajukan, misalnya penerangan di pulau-pulau terluar di Hiri, Batang Dua dan Moti itu tidak tergambar dalam kua-ppas.

“Padahal dalam rencana kerja anggaran Dinas itu sudah disampaikan, dan kami juga sudah usulkan ke DPRD karena itu sangat penting untuk penerangan sola Cell di pulau terluar,” ungkapanya.

Ia menambahkan, Jadi total anggaran itu sekitar Rp 600 juta untuk tiga pulau Terluar tersebut, solar Cell itu satu paket yakni tiang, lampu dan panelnya. Itu pengadaanya secara keseluruhan di 3 pulau terluar tersebut.

Kemudian peremajaan lampu dalam kota, itu anggaranya juga tidak masuk, walaupun sudah diusulkan. “Kami berharap juga dalam pembahasan bisa terakomodir oleh TAPD, sehingga tahun 2021 itu bisa dilakukan peremajaan lampu di beberapa titik strategis dalam kota bisa di selesaikan,”harapnya.

Sementara itu, lahan perkuburan Islam dan perkuburan Cina sakarang lagi dalam kondisi sengketa sehingga diusulkan pada tahun 2021, itu juga tidak masuk dalam kua-ppas 2021.

Menurutnya, Sengketa lahan perkuburan Islam dan perkuburan Cina itu sangat penting, yang diusulkan itu penataan ruang terbuka hijau, pembuatan pagar itu tidak masuk dalam rencana tahun 2021.

Sehinga pihaknya berharap dalam pembahasan tahun 2021 bisa di dorong dan bisa mengakomodir. Jangan sampai kedepan ketika tidak ada angaran maka masalahnya akan makin panjang.

“Kasihan warga yang sudah berharap ada interfensi pemerintah dalam sengketa lahan tersebut namun belum diselesaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk lokasi perkuburan Cina dan perkuburan Islam ini akan lakukan penataan RTH, penataan bangunan kumuh dan pembuatan pagar, yang diusulkan angaranya itu Rp 900 juta.

Kalau untuk Disperkim, sesuai dengan rencana kerja dinas Perkim itu yang diusulkan itu Rp 51 miliar tapi yang masih tergambar dalam kua-ppas 2021 itu Rp 27 miliar, otomatis ada program kegiatan strategis lainnya tidak masuk.

Sementara itu Angota Komisi III Junaidi Bahrudin menyampaikan, usulan dari Disperkim juga ada program yang tidak di akomodir tahun 2021 termasuk, Pertanahan solar cell dan beberapa usulan itu di Moti, Hiri dan batang dua itu juga masuk dalam daftar kegiatan yang dipending di 2021.

Tapi dalam hasil rapat dengan komisi III hal tersebut sudah dibahas nanti disampaikan hasil pembahasan, dalam bentuk daftar inventarisasi masalah. Pihaknya akan menyampaikan ke badan anggaran selanjutnya akan dilakukan pembahasan dengan pemerintah untuk mendesain ulang beberapa usulan yang sifatnya strategis ini bisa diakomodasi atau tidak dalam APBD 2021 nanti.

“Kalau dikomisi memang kita punya keterbatasan sesuai tata tertib. Kami tidak masuk pada anggaran, kita hanya Bagaimana melihat program dan kegiatan dari masing-masing OPD,” pungkasnya. (Ris/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: