poskomalut.com
baner header

Kadikbud Malut Penuhi Panggilan Penyidik

TERNATE-PM.com, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Kadikbud), Imam Makhdi memenuhi undangan pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut) atas dugaan kasus pemerasan dan pencemaran nama baik amal usaha Muhammadiyah Malut, yang dilaporkan oleh Majelis Hukum Muhammdiyah Wilayah Malut.

Selain kadikbud, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Malut Ramli Kamaluddin, dan salah satu pengurus PGRI Abubakar Saleh ikut di undangan untuk mengklarifikasi.

Direktur Reserse Kriminal Umum, (Dirreskrimum) Polda Malut, Kombes (Pol) Dwi Hindarwana saat dikonfirmasi membenarkan perihal tersebut.

“Iya benar, Kadikbud, Ketua PGRI dan stafnya diundang klarifikasi, “ucap polisi tiga bunga itu kepada wartawan, Senin (28/9/2020).

Sementara Majelis Hukum Wilayah Muhamadiyah, Rahim Hasim menuturkan, kalau ada kesepakatan damai bole saja. Hanya saja ada syarat-syarat nya.

“Kedua bela pihak harus duduk bersama baik terlapor maupun pelapor. Sehingga kedepan tidak ada lagi isu-isu ijazah Palsu,”jelasnya.

Ditegaskan Rahim, upaya damai itu memang ada. Namun masih koordinasi lintas terkait, mungkin dua minggu kedepan ada kesepakatan seperti apa akan disampaikan.

Rahim mangakui, langkah yang diambil ini berdasarkan surat tugas Muhammadiyah ada. Karena jabatannya sebagai majelis hukum Muhamadiyah Wilayah Malut.

“Memang akan kesepakatan pimpinan 13 PBM bahwa pelemik dugaan Ijazah Palsu ini tidak harus dibawa ke ranah hukum, namun tidak tertulis hanya bersifat usulan”ungkapnya.

“Melihat tekanan begitu berat kepada pihak sekolah maka berdasarkan analisa harus diselesaikan secara hukum biar ada kepastian hukum agar tidak ada lagi isu-isu diluar soal Ijazah Palsu,”pungkasnya. (Sam/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: