poskomalut.com
baner header

Kesra Malut Pakai Dana Haji Untuk Peserta MTQ Nasional

SOFIFI-PM.com, Kepala biro (Karo) Kesra Malut Dihir Bajo akhirnya menyerah, dan mendaftarkan peserta Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Maluku Utara (Malut) tingkat Nasional di Padang seluruhnya, sebanyak 44 orang.

Keputusan Karo Kesra Malut Dihir Bajo ini diambil setelah para peserta MTQ mengancam akan memboikot keikutsertaan mereka pada MTQ tingkat Nasional dan STQ tingkat Nasional yang akan berlangsung di Malut tahun depan. Namun, Kesra Malut dengan terpaksa mendaftar seluruh peserta, dengan catatan apabila ada penambahan anggaran sekitar Rp 400 juta lebih. Jika tidak ada penambahan anggaran maka, pihaknya hanya bisa berangkatkan 21 peserta MTQ tingkat Nasional.

Menurutnya, rencana pembatasan peserta MTQ tingkat nasional ini dikarenakan sebagian anggaran sudah dialihkan untuk penanganan coronavirus (covid-19) melalui refocusing.

“Tapi karena tahun ini tidak ada agenda keberangkatan haji sehingga kami pinjamkan dulu dana haji untuk keikutsertaan MTQ tingkat nasional sebesar Rp 1,5 miliar. Ana- ana itu kan dorang tara tau, torang pe DPA didalam hanya 21 orang. Kalau torang mau bawa 44 orang mau dapat anggaran dari mana?,” aku Dihir.

Saat ini, kata Dihir, Gubernur Abdul Gani Kasuba sudah meminta kepala BPKAD Bambang Hermawan agar menambahkan anggaran Rp 400 juta lebih agar semua peserta bisa diberangkatkan ke Padang, akan tetapi mau diambil dari mana. Sementara, diperkiarakan setiap orang akan dibiaya sekitar Rp 21 juta lebih.

“Kalau dikalikan dengan 40 orang saja sudah berapa. Jadi harus ada tambahan Rp 400 juta lebih agar semuanya bisa berangkat tapi sampai sekarang belum dapat tambahan anggaran itu,” katanya.

Meski begitu, dia mengaku keberangkatan MTQ di Padang tergantung LPTQ dengan tim Covid -19, sebab tempat pelaksanaan MTQ tingkat nasional di Padang saat ini masuk zona merah covid-19.

“Untuk anggaran sebelum MTQ Provinsi itu sudah diusulkan di keuangan. Bahkan sudah di disposisi gubernur tapi dong mau ambil dari sisi mana,” tambahnya.

Dia mengatakan, pada prinsipnya semua peserta 44 orang sudah didaftarkan untuk diberangkatkan, tetapi masih menunggu keputusan dari LPTQ dan Satgas Covid-19.

“Sekali lagi bahwa, ana-ana dorang tara tau padahal torang sudah berjuang mati – matian dan saya tidak pernah komentar bilang  44 orang berangkat,” akunya. (iel/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: