poskomalut.com
baner header

Renovasi Hibualamo, Paslon JOS Dinilai Lakukan Pencitraan

TOBELO-PM, Gedung Hibualamo yang merupakan Aset Daerah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) rupanya dimanfaatkan pasangan calon (Paslon) Joel Wogono Said Badjak (JOS) untuk pencitraan politik.

Hal itu, dibuktikan dengan gerakan merenovasi gedung Hibualamo dipimpin langsung Joel dan Said Badjak.

Gerakan merenovasi Gedung Hibualamo Paslon JOS bersama beberapa dewan adat seperti mantan Bupati Halut dua periode julukan Jiko, ini mulai disorot. Muncul hastag kepemimpinan Frans Manery dan Muhlis Tapi Tapi (FM Mantap) selama memimpin Pemda Halut tidak memperhatikan Hibualamo. Politisasi Hibualamo dengan anggapan Pemda Halut selama lima tahun tidak memperhatikan Gedung Hibualamo langsung ditepis oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halut.

Kepala Dikbud Halut Hertjel Manuel menuturkan, Gedung Hibualamo dari sesi aset ada di Sekretariat Daerah Pemda Halut ditangani langsung oleh bidang Aset Daerah. Hertjel merasa geram atas politisasi Gedung Hibualamo dengan menyebut Pemda tidak memperhatikan Gedung adat tersebut.

Hertje menyebutkan, sebelumnya status Dikbud itu Dinas Pemuda dan Olahraga kemudian berubah menjadi Dikbud.”Sehingga program kegiatan kebudayaan ada di Dikbud, dan Dikbud melalui bidang kebudayaan melaksakan kegiatan kebudayaan di tempat lain dan Gedung Hibualamo. Pada tahun 2019 telah dilakukan renovasi, dalam program revitalisasi kebudayaan, renovasi itu, mulai dari renovasi atap dan ruang gedung Hibualamo, jadi tidak benar jika Pemda tidak memperhatikan Gedung Hibualamo,” Jelas Hertje.

Lanjut Ia, sebelumnya Dikbud telah merelokasi anggaran renovasi Gedung Hibualamo sebesar Rp. 200 juta. Bahkan Dikbud juga telah merelokasikan anggaran renovasi di Tahun 2020. Namun tidak terealisasi karena dimasa pandemi Covid 19, sehingga relokasinya ditunda. Tetap alokasi renovasi gedung Hibualamo itu, lantaran terhalang Covid maka ditunda pada tahun 2021.

“Jadi Gedung itu, aset daerah yang masih melekat di Sekretariat Daerah Pemda Halut, tahun ini kita menunda renovasi karena Covid 19 yang berdampak pada krisis keuangan, maka realisasi ditunda hingga 2021. Terkait Aset itu masih aset Pemda dan itu masih dibawa kendali Sekretariat, belum ke Dikbud,” Bebernya.

Sementara Juru kampanye Paslon JOS Fahmi Musa membantah, jika kerja bakti Paslon JOS untuk renovasi gedung Hibualamo dan ritual adat dituding sebagai pencitraan politik pada Pilkada. Sebab, kehadiran Paslon JOS itu atas kepedulian terhadap adat yang mulai punah dibumi Hibualamo, bahkan kehadiran Paslon JOS itu atas dasar diundang oleh Dewan Adat.

Saat disentil terkait mengkemas adat sebagai bahan kampanye, Ia menepis bahwa itu, bukan kampanye. “Kami belum kampanye, karena renovasi dan ritual adat di Tonamalang Desa Mamuya Kecamatan Galela itu, diundang oleh Dewan adat, saya tegas kami diundang dewan adat,” tandasnya.

Sementara Komisioner Bawaslu Halut Ahmad Idris mengatakan, Gedung Hibualamo tidak bisa dijadikan tempat kampanye, terkait dengan renovasi atau bentuk Bakti Sosial pihak Bawaslu akan menelusuri apakah ada unsur pelanggaran atau tidak.

Ahmad menegaskan bahwa Hibualamo karena dibangun menggunakan APBD maka itu merupakan aset daerah, sehingga tidak bisa dijadikan tempat konsolidasi rapat pemenangan dan tempat kampanye.

“Pernah pada malam itu, Paslon JOS ada pertemuan dengan dewan adat di Gedung Hibualamo, tetapi Panwascam Tobelo mencegah, namun alasan mereka itu hanya rapat dewan adat, pastinya tempat Hibualamo tidak bisa dijadikan tempat kampanye dan rapat pemenangan tim,” Akhirinya.(mar/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: