poskomalut.com
baner header

Kartu Pra Kerja di Malut Capai 13 Ribu

Kota Ternate Tertinggi

TERNATE-PM.com, Sejak dibuka pada  11 April 2020 lalu, Program Kartu Prakerja yang menjadi andalan Pemerintahan Jokowi dalam upaya mengurangi dan mengatasi angka pengangguran di Indonesia  masuk gelombang ke X. Sampai saat ini sudah di angka 5.597.179 penerima yang tersebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten dan kota.

Dari jumlah 5,5 juta penerima manfaat itu, Provinsi Maluku Utara termasuk dalam empat besar daerah dengan peserta Kartu Prakerja paling sedikit. Padahal, pada setiap gelombangnya tersedia kuota untuk 800 ribu penerima Kartu Pra Kerja dari Sabang sampai Merauke.

“Dari jumlah 5,5 juta penerima manfaat itu, provinsi Maluku Utara termasuk dalam empat besar daerah dengan peserta Kartu Prakerja paling sedikit. Padahal, pada setiap gelombangnya tersedia kuota untuk 800 ribu penerima Kartu Pra Kerja dari Sabang sampai Merauke,” ungkap Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari, saat diwawancarai usai acara Prakerja Kementerian Tenaga Kerja dan Dinas Tenaga Kerja Maluku Utara, yang digelar di Muara Hotel Ternate, Senin (19/10) kemari.

Kata dia, sampai saat ini Maluku Utara baru menjaring 13.500 penerima Kartu Pra Kerja dengan persentase laki-laki 51 persen dan perempuan 49 persen, atau berada pada posisi ketiga di bawah Papua Barat (6.600 penerima Kartu Pra Kerja), dan Papua (10.500 penerima Kartu Pra Kerja). Sementara itu, Kalimantan Utara ada di posisi keempat dengan menggaet 27.300 penerima Kartu Prakerja.

Adapun 30 provinsi lain berhasil mencatatkan lebih dari 50 ribu kepesertaan Kartu Pra Kerja dengan jumlah penerima terbanyak ada di Jawa Barat 817,6 ribu, Jawa Timur 667,9 ribu dan DKI Jakarta 584,4 ribu.

“Kami berharap pada 2021 mendatang, Kartu Prakerja bisa menarik lebih banyak peminat dari 8 kabupaten dan 2 kota yang ada di provinsi Maluku Utara. Sebab, potensi angkatan kerja di provinsi kepulauan ini sangat besar untuk menggerakkan ekonomi daerah,” tuturnya.

Denni bilang, penerima Kartu Prakerja di tahun pertama ini dapat dikatakan tepat sasaran. Sebab, data menunjukkan, mayoritas peserta berusia muda, menganggur, hidup di sektor informal, serta memiliki pendapatan rendah. Dia juga bilang, dengan metode daring secara total, Kartu Pra Kerja menjadi pilot project pelaksanaan transformasi digital secara nasional.

“Seluruh penerima Kartu Prakerja dari Aceh hingga Papua mendapatkan jenis pelatihan yang sama, tanpa ada perbedaan. Baik yang di Menteng, Jakarta Pusat, sampai yang di pedalaman Sula dan Morotai di Maluku Utara,” sebutnya.

Oleh karena itu, dana Rp 3.550.000 bagi setiap peserta yang meliputi bantuan pelatihan dan insentif ini menjadi sangat berarti untuk hidup di masa pandemi seperti saat ini.

“Menjadi penerima Kartu Prakerja juga terbukti memberi dampak besar pada status kebekerjaan mereka. Baik membantu mempertahankan status kebekerjaan maupun mengurangi laju pengangguran,” tandasnya.

Persebaran Penerima Kartu Prakerja di Maluku Utara; Kota Ternate 4.603 orang, Kabupaten Halmahera Utara 4.882 orang, Kabupaten Kepulauan Sula 1.420 orang, Kota Tidore Kepulauan 1.322 orang, Kabupaten Halmahera Selatan 1.052 orang, Kabupaten Pulau Taliabu 959 orang, Kabupaten Pulau Morotai 846 orang, Kabupaten Halmahera Barat 801 orang, Kabupaten Halmahera Timur 479 orang dan Kabupaten Halmahera Tengah 234 orang. (agh/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: