poskomalut.com
baner header

Refleksi Sumpah Pemuda di Ternate Ricuh, 14 Mahasiswa Diamankan 

Dua Mahasiswi Dilarikan ke Rumah Sakit

TERNATE- PM.com, Aksi unjuk rasa memperingati hari sumpah pemuda, pada tanggal 28 Oktober yang dikaitkan dengan Penolakan pengesahan UU Omnibus Law, didepan kantor Walikota Ternate berakhir ricuh.

Ribuan Massa aksi yang dinamakan Aliansi Maluku Utara awalnya bergerak dan memblokade Jln. Pahlawan Revolusi di depan Land Mark Kota Ternate, Rabu (28/10/2020).

Saat Polisi Membubarkan masa Aksi denga paksa menggunakan mobil wathercanon (Foto:Riskam Hasbi PM.com)

Menjelang pukul 18.00 Wit, massa aksi diperintahkan oleh pihak Kepolisisan untuk membubarkan diri atau kembali ke rumah masing-masing, namun massa menolak karena ingin melakukan demonstrasi hingga malam hari.

Polisi saat mencoba memukul dan menangkap massa aksi ( Foto:Riskam Hasbi PM.com)

Sehingga dengan terpaksa Pihak Kepolisian membubarkan massa dengan menggunakan mobil whatercanon, seŕta mendorong massa hingga terjadi kericuhan, yang menyebabkan dua jatuh pingsan, sehingga dilakukan pertolongan pertama menggunakan bantuan oksigen yang dilakukan oleh PMI dan pihak kepolisian, namun keduanya tetap dilarikan ke RSUD Chasan Boesourie Ternate.

Pihak kepolisian dan PMI melakukan pertolongan pertama mengunakan Oksigen pada korban yang jatuh pingsan (Foto Riskam Hasbi/Pm.com)

Kapolres Ternate Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada S.I.K saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, mengatakan pihak kepolisian membubarkan dengan paksa massa aksi karena telah melanggar UU nomor 98 bahwa massa aksi harus membubarkan diri tepat pada pukul 18.00 wit.

Massa di depan kantor walikota ( Foto: Riskam Hasbi PM.com)

“Massa tidak membubarkan diri maka dengan terpaksa pihak keamanan membubarkan massa aksi,” ungkapnya, Rabu (28/10/20).

Lanjut dia, 14 mahasiswa yang diamankan itu karena melawan petugas. Ditanya terkait dengan kekerasan terhadap massa aksi, Aditya mengatakan dirinya juga belum tahu pasti, namun akan diperdalam apabila betul terjadi kekerasan. Namun sesuai dengan SOP pihak kepolisian tidak boleh melakukan aksi kekerasan terhadap massa aksi.

“Kita akan perdalam, dipukul sengaja atau memang ada perlawanan, karena memang situasi sudah panas sehingga terjadi seperti tadi,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, apabila dalam aksi ada yang sakit langsung diberikan obat oleh pihak kepolisian. “Dua mahasiswi yang pingsan itu langsung dilarikan di rumah sakit, pengobatannya akan dibantu oleh pihak kepolisian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam aksi mahasiswa tadi tidak terjadi pengrusakan fasilitas publik. Pengamanan aksi kata dia, ada 550 personil dan 90 TNI yang diturunkan untuk melakukan pengamanan. (Ris/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: