poskomalut.com
baner header

DPRD Halteng Minta Kementerian PUPR Atasi Banjir Lukulamo

“Masa kejadian sudah berulang kali terjadi, tapi tidak ada tindakan langsung. Mau sampai kapan? Sampai ada korban jiwa dan kerugian ekonomi dalam jumlah yang besar baru bertindak,”

(Munadi Kilkoda).

WEDA-PM.com, Sekertaris komisi III DPRD Halmahera Tengah (Halteng), Munadi Kilkoda menyatakan, Balai Wilayah Sungai dan Balai Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak ada rasa tanggung jawab terhadap masalah banjir di Lukulamo, Kecamatan Weda Tengah.

Kejadian banjir di dusun Lokulamo sudah berulang kali terjadi. Hanya saja, hingga kini tidak ada tindakan langsung dari Balai Wilayah Sungai dan Balai Bina Marga Kementerian PUPR. Masalah banjir lokulamo tidak boleh didiamkan.

“Masa kejadian sudah berulang kali terjadi tapi tidak ada tindakan langsung. Mau sampai kapan? Sampai ada korban jiwa dan kerugian ekonomi dalam jumlah yang besar baru kita bertindak,”ungkap Munadi Kilkoda, Rabu (28/10).

Munadi menegaskan, pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kobe maupun ruas jalan tersebut ada dalam kewenangan mereka (Kementerian PUPR red). Untuk itu, segera ambil tindakan untuk melakukan pencegahan.

“Bikin normalisasi atau rekayasa infrasktruktur atau elevasi sungai sehingga banjir bisa dicegah. Mereka memiliki kemampuan itu,”paparnya.

Munadi bilang, Ini merupakan ruas jalan strategis yang menghubungkan antara pusat pemerintahan dengan kawasan industri maupun kecamatan lain.

Lanjutnya, problem banjir ini tidak boleh tiap tahun terus menghantui masyarakat. Pemerintah harus hadir. Ambil langkah sehingga tahun depan wilayah tersebut sudah bebas dari banjir.

“Kalau banjir dan akses lalulintas terputus dipastikan aktifitas ekonomi dan masyarakat juga terganggu,”ujarnya.

Ketua AMAN Malut ini mengungkapkan, kejadian banjir Lukulamo akibat luapan sungai Kobe ini bukan kali pertama. Melainkan sudah berulang-ulang kali terjadi. Setiap musim hujan pasti akan banjir.

“Kalau sudah banjir bukan saja masyarakat Lukulamo yang mendiami bantaran sungai itu terkena dampak. Melainkan juga pengguna jalan yang melewati ruas jalan nasional Weda-Sagea juga terkena dampaknya,”tandasnya.(msj/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: