poskomalut.com
baner header

Dimarahi Orang Tua Gegara Hisap Lem, Remaja di Halut Nekat Gantung Diri

Orang Tua  Tolak Jasad Korban Divisum

TOBELO-PM.com, Lagi, peristiwa gantung diri yang menggegerkan warga Desa Gayok, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara (Halut).

Betapa tidak, peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (28/10/20) kemarin, dengan korban seorang remaja inisial KB (15) asal Desa Gayok. Korban diketahui gantung diri gegara orang tua kandungnya melarang mengkonsumsi lem ehabond.

KB yang masih duduk di bangku SMP itu, diduga alami depresi akibat sering dimarahai orang tua.

Diketahui sebelumnya, sekitar pukul 11.00 Wit, kakak korban Marjexon Bonyaho, melihat korban sedang dimarahi ibunya, lantaran sering menghisap lem ehabon. Lantas Marjexon bertanya kepada korban namun hanya diam, kemudian Marjexon yang merupakan kakak kandungnya spontan menampar korban sebanyak tiga kali menegurnya supaya tidak mengulangi perbuatanya yang sering mengisap lem ehabon.

Usai menampar korban, Marjexon lansung pergi untuk membuang jaring di pantai.

“Sekitar pukul 15.00 Wit, saya pulang dari buang jaring, saya bertanya kepada mama saya, keberadaan adik saya dan  menyampaikan bahwa korban sudah keluar rumah,” ungkap kakak kandung korban Merjexon  Banyaho.

Lanjut ia, sekitar pukul 16.00 Wit, dirinya mendapat kabar dari adik sepupunya, kalau KB (korban) sudah gantung diri di dalam ruang kelas SD Gayok.

“Saat mengetahui bahwa adik saya sudah gantung diri, saya bersama ibu lansung berlari menuju sekolah dan melihat adik kami dalam keadaan tergantung dengan menggunakan tali nilon, dengan  ukuran panjang kurang lebih 2 meter yang di lilit di kerangka kayu plafon, atas kejadian ini kami juga menolak untuk dilakukan visum karena murni adik saya gantung diri,” jelasnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Halut Iptu Masnyur Basing mengatakan, pada pukul 20.00 Wit, anggota piket menerima informasi dan langsung menuju TKP dipimpin langsung Kapolsek Malifut, Iptu Rezza Muhammad Fajrin, S.T.K. Tindakan yang diambil berupa mencari keterangan saksi, menyita barang bukti berupa satu utas tali nilon panjang kurang lebih 2 meter.

Hasil koordinasi dengan keluarga korban, namun pihak keluarga korban menolak untuk di lakukan visum et.repertum. dengan alasan korban meninggal murni bunuh diri.

Korban rencana akan dikebumikan pada hari ini Kamis (29/10/20) di Desa Gayok Kecamatan Malifut.

“Dugaan sementara bahwa korban gantung diri, karena alami depresi gegara sering di marahi oleh keluarganya,” pungkasnya. (mar/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: