poskomalut.com
baner header

Mahasiwi di Ternate Ditemukan Tewas, dari Mulut Keluar Darah

TERNATE-PM.com, Warga Kelurahan Sasa, Ternate Selatan, Kota Ternate, kembali dihebohkan atas meninggalnya salah seorang perempuan di RT 12 TW 05.

Korban yang diketahui bernama Aprilita Suryanti Jamil (21), ditemukan tewas tergeletak dipekarangan rumahnya dalam kondisi mulut yang penuh darah.

Salah satu saksi, Rustam Mansur (49)  mengatakan, sebelum meninggal, dirinya melihat korban berlari menujuh ke arahnya dengan kondisi mulut yang keluarkan banyak darah.

“Korban lari keluar muntah dara. Saya lihat darah terus keluar dari mulut korban tak berselang lama korban tergeletak, namun korban masih bernafas. Saya tidak berani menyenyentuh korban karena taku kenapa-napa,”ceritanya.

Melihat korban sudah tergelatak, dirinya hendak memangil tetangga untuk  meminta pertolongan. Namun, tidak berselang lama sekitar 5 menit, korban tidak bernafas lagi.

“Saya sempat panggil tetangga untuk meminta pertolongan, tapi tidak berselang lama, korban sudah tidak bergarak lagi,” katanya. Kita langsung meminta bantuan pada ketua RT untuk menghungi pihak kepolisian,” katanya.

Sementara Kapolsek Ternate Selatan, Iptu Supriadi, membenarkan atas kejadian tersebut. Bahwa, sekitar pukul 20.30 WIT, Aprilita Suryanti Jamil (21), warga Desa Nusa Jaya (Ekor) Haltim, mahasiswi UMMU Ternate, ditemukan tewas dipekarangan rumahnya di Perumahan Syariah Mandiri, RT 12 RW 05, Kelurahan Sasa, Ternate Selatan dalam kondisi mulut yang penuh darah.

Kapolsek mangatakan, saat dilakukan identifikasi, motif kejadian tersebut belum diungkapkan. Pasalanya, belum ditemukan ada unsur tindak pidana.

“Tadi kita temukan ada bercak darah dan ada obat yang berhamburan di lantai rumah milik korban, kita belum memberikan keterangan lebih lanjut. Karena masih dilakukan pemeriksaan oleh dokter,” katanya.

“Kita tungu keterangan dokter dulu, terkait obat-obatan tersebut kita belum bisa memastikan apakah konsimsi korban atau bukan,” sambung Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Chasan Boesorie, semabil persetujuan dari keluarga koraban untuk dilakukan autopsi.

“Kita masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga korban, apakah dilakukan autopsi atau tidak. Biar motif dari kejadian ini bisa kita ungkap,” tukasnya. (Ris/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: