2021, BPN Ternate Target 500 Bidang Tanah Bersertifikat

Kepala BPN Kota Ternate, Wahyu Nur Priyanto

TERNATE-PM.com, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Ternate melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) menargetkan di tahun 2022 ini akan menerbitkan 500 sertifikat bidang tanah. Dimana wilayah yang menjadi prioritas yakni Kecamatan Ternate Utara.

"Target kita tahun 2021 ini 500 bidang tanah. Jadi karena sekarang ini, konsepnya harus kelurahan dan kecamatan lengkap dan yang kemarin banyak yang di Utara. Jadi sekarang kita ke Utara lagi," ungkap Kepala BPN Kota Ternate Wahyu Nur Priyanto, saat diwawancarai kemarin.

Kata dia, PTSL ini tersebar di enam kelurahan di Kecamatan Ternate Utara. Diantaranya, Kelurahan Tarau, Sango, Akehuda, Dufa-Dufa, Salero dan Kasturian. "Nanti, kalau ke enam kelurahan ini sudah mencakup 500 bidang, berarti tidak ada penambahan kelurahan," sebutnya.

Namun, lanjutnya, kalau belum memenuhi target, Tubo jadi kelurahan tambahan untuk Kecamatan Ternate Utara. Sementara, untuk Ternate Tengah ada kelurahan Marikrubu, Santiong dan Kalumpang.

Dikatakannya, program PTSL ini semangatnya bukan saja mensertifikatkan tanah, melainkan juga melengkapi peta yang ada di wilayah tersebut. "Jadi banyak sertifikat jaman dulu yang belum landing itu, sekarang kita posisikan di tempatnya. Sehingga petanya lengkap," terangnya.

Lanjutnya, nanti akan dilakukan penyuluhan terlebih dulu. Dimana rencananya akan digelar pada Kamis (22/01) hari ini. Setelah itu, akan dilakukan pengukuran, pengumpulan data dan sebagainya.

Tahapannya diawali dengan penyuluhan, setelah itu pengumpulan data fisik, kemudian pengukuran, baru pengumpulan data yuridis (KTP, KK) serta kelengkapan dokumen lain. Dilanjutkan dengan pengelolaan data hingga ke pencetakan sertifikat.

"Nanti ada pengumuman selama dua Minggu. Jadi, nanti hasil dari pengumpulan data fisik dan yuridis itu disampaikan melalui papan informasi. Bahwa, si A bidangnya ini. Si B bidang ini. Sehingga kalau ada sanggahan, nanti dicatatkan. Dan akan ditunda penerbitan sertifikatnya. Kemudian dilakukan mediasi. Namun, kalau selama dua minggu pengumuman itu tidak ada sanggahan. Kami terbitkan sertifikat.

Saat ini untuk pengurusan penerbitan sertifikat tanah melalui PTSL cenderung mudah. Sebab, aturan dari pusat berkasnya dikhususkan. "Untuk PTSL ini berkasnya tidak ribet," akhirnya, sembari bilang, dalam urusan tanah ini masyarakat harus mengerti dan mengetahui riwayat tanah yang diajukan untuk diterbitkan sertifikat. "Asal usul tanahnya harus jelas, sehingga dikemudian hari tidak menimbulkan polemik," tandasnya. (agh/red)

Komentar

Loading...