3 Orang Tim Covid-19 Desa Laluin Ditetapkan Tersangka, Pengacara : Kinerja Polsek Dipertanyakan

Pengacara beserta tim covid yang ditetapkan tersangka

LABUHA-PM.com, Polsek Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan disorot kinerjanya oleh kuasa hukum Tim Covid-19 Laluin Safri Nyong, menyusul adanya penetapan 3 tersangka tim Covid-19 oleh Polsek setempat dalam kasus kekerasan yang terjadi saat membubarkan keramaian sebagaimana ketegasan pemerintah dalam menerapkan Undang-Undang nomor 6 tahun 2018, tentang karantinaan kesehatan serta maklumat Kapolri nomor 2 tahun 2020 tentang Kepatuhan terhadap pemberlakuan penanganan covid19 adalah untuk Kemaslahatan keselamatan seluruh masyarakat indonesia dari ancaman covid19.
LBH.

Sibualamo dan Justice Indonesia Hal-Sel melihat Ketegasan Tim Covid 19 desa Laluin membubarkan kerumunan untuk memutus mata rantai penularan covid mendapatkan perlawanan dari oknum masyarakat desa laluin, seharusnya tim covid sendiri mendapat perlindungan dari polsek kayoa, namun sangat disesalkan ketika polsek kecamatan kayoa menetapkan 3 orang tim covid desa laluin sebagai tersangka.

Beberapa praktisi hukum yang tergabung dari kedua lembaga bantuan hukum sangat menyesalkan kinerja polsek kayoa, yang dinilai tidak mendukung upaya tim covid laluin memutus mata rantai penularan, misalnya membubarkan kerumunan secara tegas, malahan tim covid-19 tersebut diproses hukum dan telah ditetapkan sebagai Tersangka oleh penyidik polsek kecamatan kayoa.

"Menurut kami penyidik polsek kayoa keliru dan tidak cermat dalam memahami penerapan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan serta maklumat kapolri nomor 2 tahun 2020 padahal UU Lex Specialis ini tegas akan memberikan sanksi pidana jika tugas para petugas dihalangi oleh siapapun, lalu dimana peran kepolisian dalam konteks peristiwa ini? Kami akan mengawal proses hukum terhadap ketiga tersangka tim covid 19 desa laluin serta mengambil langkah hukum hingga tuntas,"tegas Kuasa hukum tersangka Safri Nyong kepada wartawan (3/06).

Kasus ini berawal saat para Tim Satgas Covid-19 desa Lalui melakukan pembubaran kerumunan sejumlah warga, namun tindakan Tim Covid-19 mendapat perlawanan dari warga sehingga baku hantam tak terhindari. Sementara pihak Polsek hingga berita ini tayang belum terkonfirmasi. (echa/red)

Komentar

Loading...