poskomalut.com
baner header

Stuban, 64 Kades Masuk Bidikan Kejaksaan Halsel

Ada Dugaan Korupsi di Tubuh DPMD

LABUHA-PM.com, Studi banding (Stuban) ke Kota Kembang Bandung Jawa Barat, sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Halmahera Selatan di duga kuat menggunakan Dana Desa puluhan juta rupiah.

Padahal, daerah dan bahkan Negara saat ini masih dalam kondisi Pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi. Tak ayal, para kepala desa nekat melakukan studi banding.

Uniknya, informasi yang diterima Posko Malut anggaran dana desa yang di gunakan Stuban tidak masuk dalam rancangan APBDes.

Sementara, Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Eko Wahyudi S.H menyampaikan, pihaknya masih dalam tahap pengumpulan data (Puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) apabila dalam puldata pulbaket ada indikasi perbuatan melawan hukum maka akan kita tindak lanjut ke tahap penyelidikan..

“Masih dalam tahap pengumpulan data dulu, apabila ada indikasi yang mengarah kepada perbuatan melawan hukum maka, di tindaklanjuti ke tahap penyelidikan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan La Jamra H Jakaria. Dirinya mengatakan, terpenting saat ini adalah pemulihan ekonomi masyarakat dengan lebih menggerakan perekonomian masyarakat desa, belum saat nya untuk studi. kalau kepala desa tinggalkan desa, saat ini sangat tidak lah evektif.

Apalagi kata La Jamra, Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik pernah menyampaikan sedikitnya 32 Desa bermasalah dengan penggunaan anggaran dana desa dan bahkan ada yang mencapai Milyaran Rupiah.

“Apalagi anggaran yang diplot sebanyak Rp 25 juta, per desa, dan disetor ke Panitia DPMD sebanyak Rp 17 juta untuk biaya Stuban,”ungkap La Jamra.

Selain itu, La Jamra juga meminta kepada Bupati agar mengevaluasi output dari hasil Stuban yang di lakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan para Kepala Desa.

Terpisah, salah satu Kepala Desa yang enggan mau dipublikasi namanya dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hanya membenarkan, dirinya saat ini berada di Bandung untuk mengikuti Stuban, dan Sabtu 23 Oktober besok berencana ke Jakarta untuk bertemu Sekertaris Jendral (Sekjen) Kementerian Desa.

“Iya, di Bandung, rencana besok ke Jakarta ketemu Sekjen Kemendes,” singkat Kades yang enggan namanya di publish.

Terkait, sejumlah anggaran yang di sinyalir menyetor ke DPMD, dirinya enggan berkomentar. (Bar/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: