poskomalut.com
baner header

7 Bulan, Guru Honor di Taliabu Tak Terima Gaji

Terhitung Agustus 2019 Sampai Dengan Februari 2020

TALIABU-PM.com, Perhatian Pemprov Malut dalam hal ini Dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) terhadap guru honorer sangat minim.  Lihat saja, keadaan guru tidak tetap (GTT) SMA/SMK sederajat di Taliabu yang sangat miris. Kenapa tidak, mereka belum menerima gaji alias upah mengajar kurang lebih tujuh bulan berjalan. Terhitung dari bulan Agustus 2019 sampai dengan Februari 2020.

Salah satu GTT di salah satu SMA di Pulau Taliabu yang meminta merahasiakan identitasnya itu mengaku, selama tujuh bulan mengajar tanpa menerima upah.

“Terhitung sejak bulan Agustus 2019 lalu hingga Februari 2020 ini kami mengajar tidak pernah dibayar gajinya. Padahal disekolah kami itu, setiap bulan dipungut biaya dari siswa sebesar Rp 50 ribu per siswa, dan setiap siswa berkewajiban membayarnya per bulan,” ungkap GTT tersebut kepada posko malut, Rabu (26/2/2020).

“Kami ini juga membutuhkan makan dan minum, sama seperti orang lain. Kami juga ingin membeli kebutuhan hari-hari, tapi semua itu tidak bias karena tidak diberi upah mengajar. Apakah kami harus makan batu?,” keluh GTT tersebut.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, Trisno Dermawan kepada posko malut melalui telepon mengaku, tidak mengetahui kendalanya pembayaran gaji GTT. “Saya juga belum tahu pasti masalah keterlambatan pembayaran honor GTT dari Dikbud Malut. Kami juga minta kejelasan dari sana. Kemarin, saya juga dengar dari teman bahwa anggarannya sudah dicairkan beberapa bulan kemarin cuma sampai sekarang belum juga masuk ke rekening,” kata Trisno.

Dijelaskan, informasi terbaru kepala-kepala sekolah diminta nomor rekening pribadinya GGT. “Kalau kemarin kan tidak lewat nomor rekening pribadi GTT tapi lewat nomor rekening sekolah. Tapi sekarang transfer langsung ke rekening GTT. Makanya GTT harus krm nomor rekeningnya,” jelas Trisno Kepsek SMA Negeri 1 Taliabu Utara, Pulau Taliabu. “Sebagian sudah buat rekeningnya, namun yang lain belum buat rekeningnya sehingga belum bisa dikrim karena harus dikirim kolektif,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Taliabu, Syahrudin Saere memelalui watsapp mengatakan, terkait tunggakan gaji GTT selama tujuh bulan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku Utara (Malut) siap membayarnya melalui rekening bank masing-masing tapi, sementara masih menunggu pengiriman nomor rekening masing-masing GTT.

“Mengenai tunggakan gaji GTT selama tujuh bulan itu, Dinas Pendidikan Provinsi siap menyalurkannya ke rekening bank masing-masing. Jadi, sementara menunggu pengiriman nomor rekening masing-masing GTT,” tuturnya.

Sesuai informasi yang disampaikan bendahara Dikbud Malut bahwa, batas waktu transaksi gaji GTT pekan ini juga. “Batas waktunya pemasukan rekening GTT, sesuai informasi dari bendahara dikbud Malut minggu lalu itu dan minggu ini mulai di transfer ke rekening masing-masing GTT,” jelasnya.

Namun mengenai pungutan Rp 50 ribu di setiap siswa per bulan di SMA Negeri 1 Taliabu Utara itu, pihaknya tidak tahu. “Mengenai pungutan Rp 50 ribu itu saya tidak tahu, mungkin uang komite. Saya juga belum dapat informasi tentang pungutan itu,” pungkasnya. (Cal/red).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: