7 Jam Jaksa Periksa Sekda Malut Soal Anggaran Mami

Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara (Malut) Samsuddin Abdul Kadir usai diperiksa kejati malut. Foto: Aul/poskomalut.

TERNATE-pm.com, Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara (Malut), Samsuddin Abdul Kadir diperiksa tim penyidik Bidang pidana khusus, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, Selasa (23/1/2024).

Samsudin diperiksa mengenai kasus dugaan korupsi anggaran makan minum (Mami) dan perjalanan dinas Wakil Kepala Daerah (WKDH).

Dalam kasus tersebut, sesuai dari hasil audit Inspektorat Maluku Utara, ditemukan transaksi pengeluaran yang bersumber dari dana UP/GU yang belum dipertanggungjawabkan sebesar Rp499.362.410.

Kemudian pengeluaran fiktif atas biaya penginapan atau hotel pada perjalanan dinas dalam dan luar daerah WKDH  tahun anggaran 2022 yang merugikan keuangan daerah sebesar Rp285.842.000 

Sementara, pengelolaan dana nonbudgeter bersumber dari dana pemotongan uang perjalanan dinas dan belanja makanan dan minuman yang diterima pegawai dan pihak ketiga sebesar Rp760.225.186

Lalu, pengeluaran atas belanja perjalanan dinas dalam dan luar daerah WKDH  tahun anggaran 2022 yang tidak didukung dengan prosedur perlengkapan keabsahan atau otoritas bukti SPT, SPPD dan lembar visum yang diragukan keabsahan dan kewajarannya senilai Rp1.249.972.844.

Amatan media ini, kedatangan Samsudin ke kantor Kejati Malut 10:00 WIT hingga pukul 17:10 WIT. Samsudin keluar dari kantor Kekati mengenakan baju dinas.

Usai diperiksa Samsudin mengaku, kedatangan dirinya ke kantor Kejati Malut ini pemeriksaan soal WKDH.

"Saya di tanya mengenai seputaran mekanisme pencarian serta mekanisme pertanggungjawaban," ujarnya.

Bahkan Samsudin mengatakan, tentu ini permintaan keterangan yang selanjutnya kemudian terkait juga konfirmasi-konfirmasi.

"Saya di panggil baru satu kali, kalau di panggil kembali saya siap hadir," tandasnya.

Komentar

Loading...