poskomalut.com
baner header

Diduga Menculik Anak, Seorang Pemuda Dikeroyok Warga Fitu Kota Ternate

Polisi Buru Penyebar Informasi Hoax di Medsos

TERNATE – PM.com, Warga Kelurahan Fitu dan Gambesi Kota Ternate, Kamis (23/01/2020) pukul 02.00, dini hari digegerkan dengan dugaan penculikan anak yang dilakukan seorang pemuda bernama Iswan.

Dugaan Penculikan anak tersebut memicu emosi warga setempat, sehingga korban dipukuli hingga babak belur. Melalui beberapa video maupun foto yang tersebar di media social facebook, Instagram dan Whatsapp, korban dikepung sejumlah warga dan diinterogasi, yang berujung pengeroyokan. Untuk menghindari hal-hal yang tak dinginkan, korban dibawa ke kantor Polsek Ternate Selatan Kelurahan Kalumata.   

Kanit Intel Polsek Ternate Selatan Buhari, ketika dikonfirmasi poskomalut.com membenarkan adanya laporan tersebut, namun Ia membantah jika itu laporan penculikan anak.  “Penculikan anak-anak di kel. Fitu hanyalah berita hoax,” ucap Buhari.

Buhari mengisahkan kronologi tersebut berawal dari ajakan teman-teman korban ke kebun untuk memetik cengkeh di kelurahan Dorpedu, selesai memetik cengkeh korban balik dengan berjalan kaki, setibanya di kelurahan Fitu sekitar pukul 02.00 dinihari,  korban yang berada di depan toko Rajawali meminjam HP warga setempa, karena pada saat itu HP korban mati. Sesudah itu korban ditanya oleh warga sekitar mengenai peminjaman HP, karena banyaknya pertanyaan yang diajukan, korban ketakutan dan melarikan diri, disitulah warga berteriak pencuri, dan terjadi pengejaran serta penganiayaan.

Pada pukul 03.00 dini hari, Polsek selatan lalu mengamankan korban. Saat korban diintrogasi, Ia (korban) menjawab sembarangan, seperti orang yang mempunyai gangguan jiwa atau tekanan batin. “Apa yang kami ditanyakan, korban menjawab dengan sembarangan dan ada yang tidak dijawab, karena bingung, korban meminta untuk dipulangkan ke rumah neneknya yang berada di kelurahan skep, jadi kami antarkan ke rumah neneknya,” ucapnya.

Ia menegaskan, berita yang beredar di media sosial itu adalah Hoax, karena korban itu bukan mau menculik anak. “Untuk sementara ini pihak kepolisian  masih memburu pelaku yang melakukan penyebaran berita hoax tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, dari pihak keluarga melalui media sosial instagram atas nama Isma Iswan, menjelaskan bahwa Iswan selaku korban pergi ke kebun, dan pulangnya menumpangi ojek, akan tetapi ban motor ojek yang ditumpanginya pecah, kemudian Iswan (korban) berjalan kaki mencari pertolongan, namun setibanya di kelurahan Fitu, ketika ingin meminta tolong pada warga disekitar, korban dikira ingin menculik anak. “Kebutulan ketemu sama ibu-ibu yang lewat disekitaran situ, kemudian korban meminta bantuan meminjam HP untuk menelpon keluarga yang tinggal di Skep untuk menjemputnya, akan tetapi ibu tersebut memanggil dia orang gila langsung serentak warga berdatangan dan menghakiminya,” jelas keluarganya di media soial instagram.

Selain itu, Adapun akun-akun yang ikut menyebarkan informasi bohong (hoax) ke media sosial facebook, salah satunya atas nama Rita Wita Filja yang menulis ‘Kejadian penculikan anak di Fitu semalam jam 2 lewat, pelaku ditangkap warga Fitu dan gambesi, ditanya pelaku dia bafoya pura-pura gila, sekarang pelaku sudah dibawa ke polres Takoma, semoga pelaku dihukum mati,” ujarnya.

Salah satu akun yang menyebarkan informasi hoax

Tidak terima dengan penyebaran isu dugaan penculikan anak, pihak keluarga korban meminta kepada semua yang menyebarkan isu hoax itu agar meminta maaf. Salah satu Keluarga korban atas nama Iszer Sangaji melalui postingannya di Facebook meminta orang-orang yang memfitnah saudaranya segera meminta maaf 1×24 jam.

“Untuk pemilik akun, kami tunggu klarifikasi dan permintaan maaf atas postingan anda yang menuduh saudara kami sebagai penculik anak, kami tunggu permintaan maaf anda,” pintanya.

Tak lama kemudian, akun-akun penyebar informasi bohong tersebut meminta maaf karena telah mnyebarkan berita hoax yang meresahkan warga.

Akhirnya kedua akun meminta maaf dan mengklarivikasi jika informasi tersebut bohong

Disisi lain Kaporles Kota Ternate AKBP Azhari Juanda menegaskan, akan memeriksa semua postingan yang tersebar di media social. “Saya akan periksa semua terkait postingan di medsos soal penculikan anak,” ungkap kapolres saat ditemui di halaman Wali Kota Ternate. (Ris/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: