poskomalut.com
baner header

Puluhan Ikan Mati Di Pantai Falajawa Ternate, Hebohkan Warga

TERNATE-PM.com, Setelah ditemukan beberapa hewan laut yang mati dan terdampar di Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan pada Senin, (24/02/2020) akibat air laut yang tiba-tiba berubah warna, dan membuat heboh masyarakat sekitar. Fenomena tersebut nampaknya juga terjadi di kota Ternate, tepatnya di pantai Falajawa, Kecamatan Ternate Tengah pada Selasa, (25/02/2020).

“Waktu saya nyelam pukul 10:00 WIT, jadi kedalaman 5 meter itu sudah ketahuan dengan air laut yang berwarna coklat tidak seperti biasanya,” ungkap Ewill selaku Master Dive di Komunitas Nasi Jaha Dive Center kota Ternate.

Ewill juga menambahkan, fenomena tersebut lebih mengejutkan dirinya setelah menyelam pada kedalaman 11 meter, dan menemukan puluhan ekor ikan yang telah mati. Kematian ikan-ikan tersebut diduga akibat air laut yang telah tercemar.

“Saya sempat terkejut juga saat berada di kedalaman 11 meter terus menemukan puluhan ikan sudah mati dan berserakan di dasar laut,” terangnya.

Untuk memastikan kembali fenomena yang ditemukannya saat melakukan penyelaman di pagi hari, Ewill kemudian kembali lakukan penyelaman pada pukul 17:50 WIT sekaligus untuk mendokumentasikan fenomena yang terjadi di laut kota Ternate. Setelah sampai dasar laut, kondisi air nampaknya sudah lebih berwarna kecokelatan hingga ke dasar laut.

“Waktu nyelam pagi hari kan saya tidak bawa kamera, jadi kembali sore hari dan air lautnya sudah berwarna coklat bahkan sampai di dasar laut tidak seperti biasanya,” ujar Ewil.

Bangkai ikan yang ditemukan mati di dasar laut kemudian diambil sampelnya untuk dilakukan penelitian oleh mahasiswa Perikanan dari Universitas Unkhair Ternate. Selain bangkai ikan, mahasiswa juga berencana akan mengambil sampel air untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terkait fenomena tersebut.

Atas peristiwa ini, Dirinya berharap pihak yang telah melakukan pencemaran bisa bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, setelah melakukan aktivitas penyelaman, Ewill bahkan mengimbau masyarakat yang sedang berenang untuk segera kembali ke rumah masing-masing.

“Masyarakat yang batobo tadi langsung saya suruh kembali ke rumah masing-masing. Kami sebagai penyelam tentunya juga telah menjadikan lautan sebagai lahan pencarian kami. Selain itu masyarakat Ternate juga kan sering mengonsumsi ikan, jadi saya khawatir jangan sampai ada yang keracunan akibat ikan yang telah tercemar juga,” kesalnya.

Ewill juga meminta pihak pemerintah agar bisa segera menindak lanjuti kejadian tersebut, karena laut Ternate memiliki beberapa hewan endemik yang tidak ditemukan di daerah lainnya. Dari puluhan ikan yang mati, nampaknya Ewill juga menemukan satu ekor ikan endemik jenis Wolking Shark yang telah mati.

“Ada yang paling endemik itu Wolking Shark, kalau orang Ternate bilang ikan Gorango Haga itu tadi ada yang saya temukan telah mati dan sangat disayangkan. Semoga pemerintah bisa secepatnya turun tangan terkait persoalan ini,” tutupnya. (OP-red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: