poskomalut.com
baner header

Antisipasi Virus Corona, Bandara Baabullah Ternate Tingkatkan Pengawasan Ke Level Tertinggi

TERNATE-PM.com, Kota Ternate yang merupakan salah satu kota transit sebelum menuju beberapa kota Kabupaten yang ada di Maluku Utara (Malut), mulai ditingkatkan pengamanannya ke tingkat Tertinggi terhadap penumpang yang tiba maupun akan berangkat di Bandara Baabullah Ternate.

Tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah masuknya virus Corona, atau yang juga dikenal dengan sebutan Novel 201 Coronavirus (2019-nCoV) yang berasal dari kota Wuhan, China setelah dua WNI positif terjangkit Virus tersebut.

Kawasan Bandara Udara Baabullah Ternate, bahkan telah memasang alat pendeteksi suhu tubuh, Body Thermal Scanner (BTS) semenjak bulan Oktober 2019 lalu. Kepada poskomalut.com, Senin, (02/03/2020), Kepala Kantor kesehatan Pelabuhan kelas III Ternate, Alulianto mengatakan, di bandara Baabulah sendiri alat BTS telah terpasang pada minggu ke tiga bulan Oktober 2019.

Menurutnya, selain sebagai pendeteksi Virus Corona, pemasangan alat Scaner juga sebagai salah satu standar di pintu masuk untuk mengukur suhu tubuh setiap penumpang yang baru tiba.

“Alat tersebut sudah beroperasi dari minggu ke tiga bulan Oktober sampai sekarang,” terangnya.

Alulianto menambahkan, untuk wilayah kerja lainnya, mengingat alat tersebut memiliki ukuran besar dan mahal. Di wilayah pintu masuk seperti di pelabuhan, pihak mereka memakai alat Thermal Gam untuk mengantisipasi jangan sampai ada penumpang jalur laut yang juga terinfeksi Virus tersebut.

“Jadi alat itu pakai infralet juga dan akan dipasang di seluruh pelabuhan yang ada di Malut, terutama di Pelabuhan Ahmad Yani, Tobelo,” ujarnya.

Selain di wilayah pelabuhan dan bandara, petugas juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kapal asing yang akan berlabuh di Ternate. Sebelum berlabuh di pelabuhan bagi kapal asing yang datang, petugas akan naik ke atas kapal untuk lakukan pemeriksaan dengan mengecek suhu badan.
Setelah memeriksa suhu badan, petugas juga akan memintai keterangan dari Kapten maupun Anak Buah Kapal (ABK) terkait gejala-gejala yang sedang dialami.

“Apakah ada gejala demam, batu pilek atau tidak. Kami juga tanyakan waktu keberangkatan dari pelabuhan sana itu kapan, sehingga bisa kita ketahui berapa lama kira-kira masa inkubasi mereka. Kalau sudah 14 hari berarti aman karena tidak ada deman atau gejala-gejala seperti yang dimaksud baru kita perbolehkan dan berikan izin untuk kapal tersebut berlabuh,” tegasnya.

Menurutnya, penyakit yang bersifat karantina, atau potensial wabah rata-rata bersifat infeksi, sehingga paling cepat di deteksi melalui suhu tubuh dari penderita. Tanda-tanda infeksi yang paling awal adalah terjadinya peningkatan pada suhu tubuh. Terkait stagmen Presiden RI, Kementerian Kesehatan sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi di Jakarta untuk meningkatkan pengawasan pada level tertinggi untuk suatu keamanan pengawasan penyakit menular.

Dengan adanya perintah dari Pimpinan terkait pengawasan tertinggi, maka apabila ada pengunjung yang datang dari negara terjangkit atau orang yang sementara dalam riwayat perjalanan akan ditanyakan dulu tentang perjalanan tersebut.

“Hingga hari ini belia ditemukan penumpang yang terinfeksi dan Insha Allah semoga saja tidak ada. Semua juga akan kita lakukan sesuai dengan SPT yang memang sudah disiapkan. Apabila ada yang bukan dari negara terjangkit seperti China, tapi pernah ke Singapura dan di Singapura juga ada kasus tersebut maka kita awasi juga seperti itu,” tuturnya.

Sementara itu, mengingat Bandara Baabullah tidak termasuk bandara Internasional, anti poinnya berada pada Jakarta, dan Surabaya yang telah diberikan Kartu kewaspadaan kepada setiap orang yang memiliki riwayat perjalanan. Setelah diberikan kartu kewaspadaan dari pihak bandara Internasional, petugas yang berada di bandara Baabullah tinggal mengecek kembali penumpang tersebut setelah diinformasikan dari bandara tersebut.

“Jadi masyarakat yang harus kita himbau dari sekarang, apabila punya riwayat perjalanan dari daerah tersebut maka langsung melapor. Masyarakat juga perlu diimbau untuk menjaga kesehatan, kebersihan. Bila ada demam atau pilek untuk langsung datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk berobat. Kalau tidak ada kontak juga tidak apa-apa kan nanti diperiksa lagi sama dokter. Jadi kesadaran masyarakat yang paling utama,” tutupnya. (OP-red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: