Gedung SMK Pertanian Dialihfungsikan

SOFIFI- PM.com, Pembangunan SMK Pertanian di Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara  sejak 2016 lalu tidak difungsikan. Kini, sekolah yang dibangun dengan total anggaran Rp 2 miliar tersebut dialihfungsikan menjadi salah satu tempat nginap peserta STQ.

Gubernur  KH Abdul Gani Kasuba mengungkapkan, panitia selain harus memberdayakan perumahan maupun mengecek penginapan yang berada di Sofifi, juga bangunan sekolah bisa dimanfaatkan untuk tempat peserta STQ.

Gubernur mengaku SMK pertanian yang sudah dibangun namun tidak diberdayakan merupakan kelalaiannya. “Sekolah yang sudah tiga tahun dibangun tapi tidak diberdayakan itu kelalaian saya,” ucapnya.

Gubernur menyebutkan, lokasi sekolah pertanian sangat luas bisa dipersiapkan  menanam jagung, sayur – sayuran sehingga Sofifi selama satu tahun di pekarangan  atau lingkungan sekitar sudah harus bertanam.”Jagung diperkirakan tiga bulan sudah harus kita panen, atau dua bulan sebelum itu sudah harus kita siapkan sehingga kita harus berdayakan semua yang ada di Sofifi ini,” ungkapnya.

Kadis Pertanian Rizal Ismail, mengaku, dirinya sudah membuat usulan dan sekprov meresponnya. Jika pada APBD perubahan diakamodir berarti SMK Pertanian ada 45 kamar dan 3 hektar  halaman bisa menunjang kegiatan STQ.

Dia menyampaikan, terkait kesiapan ketersediaan pangan ini dinas pertanian tidak bekerja sendiri, tetapi sudah membicarakan dengan Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan. Selain itu kelompok petani  di empat kecamatan yakni Oba, juga akan dilibatkan  sehingga iven STQ ini bukan melibatkan pemerintah daerah saja tapi juga partisipasi dari masyarakat.

Terkait ketersediaan beras, menurut dia, Maluku Utara memiliki lumbung pangan yang sangat cukup untuk keperluan iven ini. Akan tetapi kebutuhan komoditi lain seperti sayur dan buah akan dirancang agar bisa menjadi objek wisata.”Jadi nanti di beberapa titik para khafilah di waktu senggang mengikuti STQ, mereka juga mungkin berwisata di titik – titik tertentu sehingga nanti ada warna di Sofifi,” ucapnya. (iel/red)

Comments (0)
Add Comment