KATAM Kecam Rencana Harita Buang Limbah B3 ke Laut

TERNATE-PM.com, Diam-diam PT Trimegah Bangun Persada (Harita Group) merancang pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun atau limbah B3 ke laut. Rencana PT Harita Group ini mendapat reaksi keras dari Koordinator Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara (Malut) Muhlis Ibrahim.

Alumni Teknik Pertambangan UMMU Ternate ini mengatakan, rencana Harita Group tersebut diketahui dari surat Kementrian lingkungan hidup, Direktorat Pencegahan Dampak lingkungan Usaha dan Kegiatan, bernomor :Un. 280/PDLUK/PAVI/PLA.4/5/2020, perihal undangan rapat tim teknis guna membahas Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA ANDAL) dari PT Trimegah Bangun Persada yang beroperasi di Pulau Obi Kabupaten Halmhera Selatan.

“Pada Selasa (9/6) kemarin, dilakukan pembahasan KA ANDAL PT Trimega Bangun Persada, di kementerian lungkungan hidup. Dalam webinar menggunakan aplikasi virtual “zoom” meeting dengan id: 832 4438 3281 itu membahas terkait rencana penempatan residu di dalam laut (deep sea tailling placement),” katanya.

Dia menegaskan, sikap KATAM Malut sudah sangat jelas dan terang menolak sejak awal wacana pembuangan limbah pabrik (smelter) ini dilaut. Hal yang mendasari penolakan ini kata Mulis diantaranya, pertama; laut bagi masyarakat Maluku utara adalah salah satu wahana stretegis bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat khususnya salam bidang perikanan. Kedua; limbah hasil pengolahan nikel (slag) masih dalam kategori limbah B3. Artinya sangat berbahya bagi keberlangsungan biota laut. Ketiga; Sumberdaya aparatur pemerintah daerah kita masih lemah secara kuantitas maupun kualitas terutama dalam bidang pengawasan.

“Perlu untuk kita ketahui, pengalaman telah menunjukan pabrik pencucian asam tekanan tinggi akan mengekstraksi ribuan ton nikel dan kobalt dari bijih, meninggalkan jutaan ton limbah yang sarat dengan logam berat beracun seperti arsenic,” ujarnya. Selain itu, dia memprediksi bahwa akan ada kurang lebih 80 juta ton limbah yang nanti akan dibuang di dalam laut setiap tahunnya.

“Jika KA ANDAL ini nantinya disetujui maka, bBisa kita bayangkan bagimana laut maluku utara ke depan. Untuk itu, kami mengajak kepada semua masyarakat maluku utara untuk menolak dengan tegas rencana pembuangan limbah pabrik nikel kelaut oleh Harita Group ini,” pungkasnya sembari mengatakan, PT Trimegah Bangun Persada sebagai pemegang Izin usaha Pertambangan (IUP), didalamnya itu ada tiga perusahaan sub kontraktor yang membangun pabrik yakni PT Halmahera Persada Leigen, PT Mega Surya Pertiwi dan Halmahera Jaya Feronikel. (wat/red)

Comments (0)
Add Comment