poskomalut.com
baner header

Ahli Akui Bangunan Kemenag dan Puskesmas Sulamadaha Tak Sesuai Spesifikasi

TERNATE-PM.com, Ahli konstruksi bangunan dari Politeknik Negeri Manado Hendrik mengaku kualitas volume bangunan tahap tiga proyek kantor Kemenag Kota Ternate dan bangunan Puskesmas Sulamadaha tak sesuai dengan spesifikasi. Hal tersebut terkuak usai ahli melakukan pengambilan sampel bangunan menggunakan metode Core Drill, dalam kepentingan penyidikan untuk membuktikan kerugian negara terhadap dua kasus korupsi tersebut.

Pengambilan sampel ini berdasarkan surat perintah penyidikan dari Kepala Kejaksaan (Kajari) Ternate. Nomor : PRINT 01-/Q.2.10./F.2/10/2019 tanggal 03 Oktober 2019 untuk melengkapi audit perhitungan kerugian negara.

Ketua tim dari Politeknik Negeri Manado, Hendrik kepada Posko Malut, Sabtu (7/3/2020) akhir pekan kemarin mengatakan secara kasat mata tekstur bangunan kurang bagus dan komposisi campuran juga kurang baik, sehingga tak sesuai dengan spesifikasi RAB. “Dari semua sampel yang di ambil dari tiga lantai gedung Kemenag Kota Ternate itu teksturnya pori-pori bangunan tidak bagus dan tak sesuai,” katanya.

Ia menuturkan, sampel isi konstruksi bagunan tersebut juga sama dengan sampel bangunan di Puskesmas Sulamadaha, yang sebelumnya pihaknya sudah memakai Hamers Test dan tak sesuai. Kali ini memakai Core Drill juga mendapatkan hal yang sama pula. “Jadi nanti sampel kedua bangunan ini akan dibawa ke Manado ke Laboratorium Politeknik Manado untuk di uji. Hasilnya dilastiman pertengan bulan ini sudah dikelurkan,” ujarnya.

Disisi lain Kasi Pidsus Kejari Ternate Andri E Pontoh mengatakan dua hari kemarin pihaknya turun bersama dengan ahli, Poltek Negeri Manado, BPKP Malut, penyidik, rekanan, PPK dan Direksi lapangan di Puskesmas Sulamadaha dan dilanjutkan di Kantor Kemenag Kota Ternate

“Pemgambilan fisik kedua bangunan ini sesuai dengan permintaan dari BPKP Malut, dimana harus dilakukan pembobotan ulang dengan metode Core Drill. Sehingga itu kita penuhi dan suda dilakukan pada Jumat dan Sabtu pekan kemarin di dua lokasi yang berbeda sesuai dengan lokasi bangunan yang ada,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk hasil pengambil sampel ini pihaknya akan menunggu sampai hasil uji laboratorium di Manado selesai. Namun untuk waktu uji dirinya mengaku belum bisa memastikan kapan selesai dilakukan.unkapnya

Terpisah, Koordinator pengawasan BPKP Malut, Ramli mengatakan pihaknya datang menyaksikan secara langsung pengambilan sampel dari konstruksi bangunan Puskesmas Sulamadaha dengan metode Hammer test, menggunakan alat core drill atas permintaan dari Jaksa untuk menghitung audit temuan BPKP.

“Kami diajak menyaksikan perhitungan pemeriksaan fisik dan pengujian kwalitas bangunan yang akan diambil sampelnya oleh ahli dari Manado dari situ kami dari BPKP akan dimintai hasil audit terkait masalah kwalitas bangunanya,” akunya.

Ramli menambahkan, jika sudah selesai dan hasil sampelnya sudah diketahui, pihaknya langsung melakukan perhitungan hasil audit kerugian Negara.“Jika sudah dihitung, baru kami sampaikan ke Jaksa nilai keuanganya sesuai kwalitas bangunan,”pintanya. Untuk kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran proyek pembangunan Kantor Kemenag Kota Ternate tahap II tahun 2014 dan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Puskesmas Sulamadaha tahun 2016 senilai Rp 2,1 miliar. (nox/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: