Ahli Bakal Turun Hitung Kerugian Negara Irigasi Kaporo di Kepsul

Dirreskrimsus Polda Malut Kombes Pol Alfis Suhaili

TERNATE-PM.com, Tim ahli Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) RI Perwakilan Provinsi Maluku Utara (Malut) bakal turun langsung ke lapangan untuk menghitung kerugian negara kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek bendungan irigasi di Desa Kaporo Kecamatan Mangoli Kabupaten Sula (Kepsul) sebesar Rp 8,5 miliar pada 2018, yang bersumber dari DAK.

"Jadi progres kasus proyek bendungan irigasi Desa Kaporo ini ahli BPKP akan lakukan turun langsung menghitung kerugian negara sesuai permintaan penyidik,"kata Dirreskrimsus Polda Malut Kombes Pol Alfis Suhaili, kepada Poskomalut, Rabu (27/5/2020).

Menurut Alfis, perhitungan ini sudah dimintai secara resmi sebulan lalu, hanya saja berpas-pasan dengan Covid-19. Sehingga pihak ahli meminta penundaan sementara untuk melakuka perhitungan kerugian negara. "Kita akan lakukan koordinasi kembali ke ahli kapan jadwal yang tepat untuk bisa turun ke Sanana ke Desa Kaporo,"ujarnya.

Lanjut polisi berpangkat tiga bunga ini, dalam protokoler Covid-19 ini juga sedikit berpengaruh seperti menghambat proses penyidikan kasus, dan bukan hanya Irigasi Kaporo tetapi kasus-kasus lainya juga."Tapi yang jelas kita sudah jalankan prosedur penyidikan dan melakukan koordinasi secara formil ke ahli,"jelasnya. (sam/red)

Komentar

Loading...