Air Bersih dan Investasi Tambang di Pulau Gebe

Anggota DPRD Halteng, Nuryadin Ahmad.

WEDA--pm.com, Air bersih di Kecamatan Pulau Gebe masih menjadi satu dari sekian banyak permasalahan yang harus segera dibenahi Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah. Pasalnya, hingga hari ini, sebagian warga Pulau Gebe masih kesulitan mendapatkan air bersih.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Halteng, Nuryadin Ahmad, angkat bicara. Dia mengatakan, pelayanan air bersih memang belum maksimal.

Kendalanya karena pembangunan jaringan air PAM yang belum tuntas, sehingga belum berfungsi secara maksimal.

Namun demikian kata Nuryadin, dari aspek kebijakan, DPRD dan Pemda telah memberikan perhatian dengan alokasi anggaran untuk penyediaan air bersih untuk warga Gebe.

"Jadi pemda harus segera melakukan pengawasan secara teknis yang maksimal sehingga target pelayanan air bersih di Pulau Gebe dapat berjalan dengan lancar,"ungkap Nuryadin, Minggu (3/7/2022).

"Yang paling urgen dan butuh perhatian serius di Gebe selain air bersih juga masalah telekomunikasi," sambungnya.

Selain itu, warga Kecamatan Pulau Gebe hingga hari ini masih kesulitan mengakses jaringan Telkomsel.

Kondisi ini berlangsung sudah lama. Namun belum ada solusi kongkrit dari pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut.

Informasi yang dihimpun, pembangunan tower di Pulau Gebe, baru pada tahap pertama. Sedangkan tahap kedua informasinya masih terkendala dengan anggaran.

Ia mengaku, keluhan warga Kecamatan Pulau Gebe selain air bersih adalah jaringan Telkom 4G.

"Saya berharap Pemkab Halteng segera berkoordinasi dengan PT. Telkom guna mencari solusi untuk kebutuhan jaringan telekomunikasi bagi warga Gebe," ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Menurut Nuryadin, pembangunan tower itu mudah saja, sehingga untuk tahap dua, dia menyarankan supaya bisa di bangun melalui partisipasi dari beberapa perusahaan yang berproduksi di Gebe melalui patungan dana PPM di bidang infrastruktur.

Nuryadin meyakini semua perusahan di Gebe juga sangat berkepentingan dengan jaringan 4G di Gebe.

"Untuk itu, saya sarankan kepada pemda ambil langkah mediasi pertemukan managemen PT. Mineral Trobos, PT. Anugera Sukses Mining, PT. Fajar Bhakti, dan PT. Bahtera, serta PT. Smart Masindo dalam satu forum untuk diskusikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat Pulau Gebe," tandasnya.

"Saya memiliki keyakinan perusahaan akan merespon dengan baik," sambungnya.

Nuryadin mengatakan, jika pemda mengambil langkah ini, maka investasi yang hadir di Gebe akan sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat lingkar tambang.

"Semua perusahaan siap untuk melakukan sesuatu untuk masyarakat Gebe. Tetapi pemda harus memulai," bebernya.

Sementara, soal isue Gebe krisis air bersih itu tidak benar. Sebab, mata air di Gebe banya hanya saja jaringan air bersih dan reserfoyer yang di bangun oleh pemda belum berfungsi secara maksimal.

Karena itu, dinas terkait harus segera melakukan pengawasan tekhnis di lapangan supaya kendalanya cepat di selesaikan.

"Ini fakta lapangan yang saya ungkapkan, karena saya baru balik dari Gebe hari Sabtu kemarin, dan soal investasi di Gebe masyarakat gebe sangat welcome," jelasnya.

Tidak ada penolakan sedikitpun lanjut Nuryadin, justru masyarakat bersyukur agar kehadiran investasi dapat memberikan nilai tambah secara ekonomis di masyarakat.

"Tentu pemda harus menjadi mediator dari semua problem yang dihadapi oleh masyarakat Gebe, khususnya dan Halteng pada umumnya," ucap anggota DPRD dapil Patani-Gebe ini.

Diketahui, selain pembangunan tower juga ada masalah lain seperti, kesehatan, pendidikan, ekonomi, infrastruktur air bersih dan pelayanan dasar masyarakat lainya.

Selain itu, masalah Rencana Induk Program Pemberdayaan Masyarakat (RI-PPM) beberapa perusahaan yang realisasinya belum jelas.

"Karena itu hak masyarakat yang wajib dilaksanakan oleh perusahaan tambang," tutupnya.

Komentar

Loading...