Akibat Suami Tak Lagi Peduli, Banyak Istri di Tidore Gugat Cerai

Kantor Pengadilan Agama Tidore

TIDORE-PM.com, Pengadilan  Agama ( PA ) Kota Tidore Kepulauan mencatat gugatan cerai lebih banyak diajukan istri dibanding suami. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan istri mengajukan gugatan cerai.

Hal ini disampaikan Panitera Pengadilan Agama Kota Tidore Kepulauan Mursal Ayub, kepada Posko Malut, di ruang kerjanya, Senin ( 11/5). ’’Perkara perceraian  sepanjang tahun 2020 di PA Tidore rata-rata istri yang gugat cerai. Gugatan karena laki-laki meninggalkan istri atau satu pihak meninggalkan satu pihak,’’kata Mursal.

Menurut Mursal, selama April hingga Mei di tengah wabah covid-19 ini ada sebanyak 54 perkara gugatan yang masuk di PA. Namun kurang lebih 10 perkara yang diputuskan pada April ini, juga merupakan hasil sidang keliling yang dilakukan PA di wilayah administrasi PA Tidore sampai Halmahera Timur. Pokok permasalahan bervariasi, antara lain masalah ekonomi , perselisihan terus menerus.  Namun paling dominan di bulan Maret masalah meninggalkan salah satu pihak yang dilakukan suami.

Sedangkan pada  April lalu ada tiga perkara yang masuk mengajukan permohonan , sehingga jumlah perkara  mencapai 38 perkara. Termasuk perkara sidang keliling yang belum diputuskan karena masih ada persoalan kesepakatan nafkah. Untuk bulan Mei sendiri kurang lebih empat atau lima perkara yang baru sebatas konsultasi dan mendaftar secara online.

 Sebelumnnya juru bicara Pengadilan Agama Kota Tidore Kepulauan, Zahra Hanafi SHi, MH  mengungkapkan, angka perceraian di Kota Tidore terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2018 perkara cerai talak 74 perkara, cerai gugat 127, yang meninggalkan salah satu pihak 82 perkara, KDRT 2 perkara, petengkaran terus menerus 64 perkara, ekonomi 4 perkara, kawin paksa 2 perkara.

Begitu juga pada tahun 2019 sebanyak 240 perkara, cerai talak 7 perkara, cerai gugat 159 perkara , meninggalkan salah satu pihak 88 perkara, KDRT 4 perkara, pertengkaran terus menerus, dan kawin paksa 6 perkara. “Sedangka tahun 2020 ini dari Januari-April sebanyak 76 perkara dan perkara permohonan 20 perkara,’’ Papar Zahra. (mdm/red)

Komentar

Loading...