Polisi Sebut ASN Halsel Gantung Diri Pakai Kain Pel

Kasat Serse AKP Dedy Yudanto SIK

Sebelum Bunuh Diri FS Masih Sempat Ngopi

TIDORE-PM.com,
Fadli Salim (34) alias Koko tersangka kasus penipuan yang mencatut nama Pejabat
tinggi di Lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, sebelum meninggal gantung
diri masih menyempatkan waktu untuk sarapan dan menikmati Kopi pagi. Tersangka
gantung diri diduga karena tekanan diri atas masalah yang menimpahnya.

Hal ini disampaikan Kasat
Serse Polres Tidore AKP Dedy Yudanto SIK dalam keterangan resminya Sabtu (21/12/2019)
sore kemarin di Mapolres kota Tidore. ”Almarhum ditemukan dalam keadan tidak bernyawa
di Toilet tahanan, sebelum meninggal Alhamrhum sempat sarapan dan ngopi,” kata
Dedy.

Menurut Dedy, seperti biasa
kebiasaan petugas piket dipagi hari selalu memeriksa tahanan baik keberadaan
maupun kesehatan tahanan. “Kami akan berlakukan statusnya pukul 09:00 Wit
sebagai tersangka, tinggal menunggu keterangan tambahan untuk kelengkapan
administrasi setelah meminta keterangan para korban yang melapor, rencana
penyidik ini kemudian tak dapat lagi dilakukan, karena bersangkutan sudah
ditemukan meninggal dunia dengan cara menggunakan kain pel tahanan yang diikat
ke trali fantasi toilet tahanan untuk gantung diri,” terang Dedy.

Fadli yang diduga meninggal
sudah beberapa jam lebih baru diketahui, sebab saat dicek petugas. Pada pukul
09:30 Wit masih terdengar suara dan bunyi air didalam Toilet yang tidak dikunci
hanya ditutup, setelah kembali dicek lagi pada pukul 12:00 Wit bersangkutan
ditemukan meninggal. ”Ketika petugas dorong pintu bersangkutan dalam keadaan
tergantung dan mengeluarkan lidah,”urai Dedy.

Setelah mengetahui
kondisinya demikian pihak Kepolisian kemudian melaporkan ke Kapolres sebelum
dibawah ke RSUD untuk dilakukan Visum, 
setelah divisum Alhamrhum langsung diserahkan ke keluarga melalui berita
acara penyerahan untuk dibawah ke Kelurahan Mareku Kecamatan Tidore Utara.

Almarhum dilaporkan oleh
Rugaya salah satu Guru, dan beberapa 
orang lainya diantaranya lurah yang belum sempat menftranfer uang sesuai
permintaan Almarhum karena menaruh curiga rekening yang diberikan dikenali
Lurah, sedangkan untuk korban Rugaya sudah mengtranfer sekitar Rp 200 ratusan
juta lebih, tidak sekaligus melainkan beberpa kali permintaan dan begitu juga
dengan korban lainya sehingga ditaksir modusnya berhasil mengantongi kurang
lebih Rp 300 juta lebih,” paparnya.

Adapun cara menerima uang
dari para korban bersangkutan menggunakan Rekening temanya. “Dari rekening
temanya ini kami kembangkan arahnya ke almarhum 
dan diakuinya, petugas kemudian melakukan penahan dengan berkordinasi
dengan polsek  Kalumata Ternate dan
meminta ijin kepada istri Almarhum agar kami bawa ke Polres Tidore untuk
kepentingan pengembangan laporan ,” Jelas Dedy.

“Soal status tersangka yang
diberikan sudah kami lakukan sesuai amanah KUHP dengan dua alat bukti yang
cukup, dan rencananya akan dilakukan press rillis namun tersangka mengahir
hidupnya dengan gantung diri,” papar Dedy. (mdm/red)

Komentar

Loading...