AMAN Berpotensi Lenggang Bebas ke Periode Ke II

TIDORE-PM.com,Sidang lanjutan perkara nomor 13 tentang sengketa pilkada kota Tidore dengan agenda sidang mendengarkan Jawaban Termohon, Keterangan Bawaslu, Keterangan Pihak Terkait,dan Pengesahan Alat Bukti berpeluang , Senin (08/02/21) berpeluang besar mengantarkan Paslon Capt H Ali Ibrahim-Muhammad Sinen ( Aman) mulus menuju periode ke II.

Pasalnya, dalam keterangan pihak terkait seluruhnya memantahkan dalil paslon Salahuddin Adrias- Muhammad Djabir Taha (Salamat)
Sidang yang dipimpin langsung oleh Hakim Ketua MK Prof. Dr. Arief Hidayat S.H., M.S. di gedung MK lantai 4 tersebut, baik KPU selaku teromohon dan Bawaslu selaku pihak terkait bersama kuasa Hukum Paslon Capt H Ali Ibrahim-Muhammad Sinen (Aman) membantah seluruh tudingan yang dilontarkan sebagaimana termuat dalam dalil pemohon paslon Salamat ke MK baik itu keterlibatan ASN, data pemilih, saksi, Pencairan dana maupun penyalagunaan kewenangan yang diduga dilakukan paslon Aman.

Kuasa Hukum KPU Tidore Indra Kasim, dalam pembukaan penyampaian jawaban selaku pihak termohon dihadapan hakim MK menegaskan terhomon tidak mengetahui pasti tentang keterlibatan ASN sebagaimana dalil pemohon Salamat, sebab tugas KPU itu masalah penyelenggara bukan keterlibatan ASN yang merupakan ranah Bawaslu.

Selain itu apa yang dituduhkan kepada KPU tidak benar seluruhnya sebab rekapitulasi perhitungan sampai selesai berjalan dengan lancar.

Persoalan pemilih yang mencoblos menggunakan KTP diakomodir sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang dilaksanakan melalui KPU, soal saksi yang dianggap tidak menandatangani berita acara hanya terjadi di tingkat kecamatan oleh saksi pasangan 01 Basri Salama-M Guntur Alting yakni kecamatan oba selatan dan Kecamatan Tidore timur karena tidak hadir dalam Rekapitulasi bukan paslon Salamat.

Untuk itu, Selaku pihak termohon meminta kepada majelis Hakim untuk menolak seluruh dalil paslon Salamat dan memberlakukan keputusan KPU nomor 340/PL.02.6-Kpt/8272/KPU-Kot/XII/2020 yang menetapkan Paslon nomor urut 1, Basri Salama dan Muhammad Guntur Alting (Bagus) memperoleh 16.251 suara., Paslon nomor urut 2, Ali Ibrahim dan Muhammad Senin (Aman) memperoleh 29.320 suara dan Paslon nomor urut 3, Salahuddin Adrias dan Muhammad Djabir Taha (Salamat) memperoleh 19.552 suara dengan Jumlah suara sah sebanyak 65.123.

Bagi termohon, uraian Peristiwa dan dalil Salamat seluruhnya tidak berdasar dan mengada-mengada. "Prinsipnya adalah seluruh proses pemilihan sampai perhitungan di 221 TPS sampai selesai sesuai prosedur dan tidak ada masalah,’’ tegas Indra.

Senada, pihak Bawaslu Kota Tidore melalui Kordiv Hukum Amru Arfa mengungkapkan, selama proses pengawasan sampai penetapan hasil pilkada, Bawaslu kota Tidore tidak menemukan adanya temuan maupun laporan dari masyarakat baik soal mengarahkan seluruh ASN.

"Pencairan beberapa dana untuk kepentingan politik maupun penggunaan kewenangan jabatan dalam pilkada lalu,’’ papar Amru.

Pada kesempatan ini juga, Advokat DPP PDI-Perjuangan Dr. Erna ningsih, Sh., LL.M dan Iskandar yoisangadji, Sh MH menekankan agar dalil paslon Salamat tidak bisa diputuskan MK. Sebab, ada lembaga yang berkompoten dalam masalah penggunaan anggaran, seluruh dalil termohon dinilai Eror inpersonal, permohonan pemohon suatu keselahan dalam menempatkan pihak yang bersengketa, tidak ada satupun dalil menunjukan bukti kecurangan pilkada , pengurangan maupun pengelambungan suara tida kada satupun.

Setelah mendengarkan jawaban seluruh pihak terkait, Ketua Hakim MK Prof. Dr. Arief Hidayat S.H., M.S.menyatahkan, akan melaporkan seluruh rangkaian persidangan ini pada rapat permusyawara Hakim, para pihak tinggal menunggu informasi dari kepaniteraan apakah perkara ini lanjut pada pemeriksaan saksi ahli dan bukti atau sudah dapat diselesaikan pada sidang hari ini.(mdm/red)

Komentar

Loading...