Kejati Bakal Umumkan Penetapan Tersangka Korupsi Samsat Haltim

TERNATE-PM.com, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), menjadwalkan pecan depan mengumumkan tersangka kasus dugaan korupsi di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Kabupaten Halmahera Timur (Haltim).

“Minggu depan kita sudah tetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi UPTD Samsat Haltim,” tegas Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Malut, M Irwan Datuiding di kantor Kejati Malut, Rabu (5/8).

Irwan menuturkan, untuk dugaan korupsi di UPTD Samsat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) pihaknya menemukan alat bukti baru.

“Kasus Samsat Halsel ada perkembangan baru, nanti kami sampaikan,” ujarnya
Diketahui, kasus di UPTB Samsat Haltim itu muncul berdasarkan temuan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Malut tahun anggaran 2017. Pihak UPTB Samsat Haltim tidak menyetorkan sejumlah pajak ke kas daerah, sehingga berindikasi merugikan keuangan daerah.

BPK menemukan adanya selisih antara data pembayaran PKB dengan BBN-KB yang telah dilakukan oleh pihak dealer dengan data setoran ke kas daerah sebanyak 166 kendaraan senilai Rp 755.906.150. Dari jumlah tersebut, sebanyak 145 kendaraan senilai Rp 651.571.250 merupakan penerimaan BBNKB yang tidak disetorkan ke rekening kas daerah.

Sisanya sebanyak 21 kendaraan senilai 104.334.900 merupakan penerimaan yang bersumber dari kendaraan baru yang terdaftar di Samsat Haltim, namun tidak dilakukan penyetoran PKB dan BBNKB.

Sedangkan Samsat Halsel, pengusutan terhadap dugaan penyimpangan dana pajak kendaraan bermotor tahun 2015 di UPTD Samsat Halsel itu dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Total kerugian negara dari perkara tersebut diperkirakan senilai Rp 335 juta. (nox/red)

 

Comments (0)
Add Comment