Anggota Timsel Bawaslu Malut Polisikan 1 Akun Facebook

Hastomo Bakri (kameja biru) saat mendampingi kleinnya (kameja batik pakai peci) membuat laporan di Ditreskrimsus Polda Malut.

TERNATE-pm.com, Salah satu akun Fecebook bernama Bongkar dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Malut.

Kuasa hukum pelapor, Hastomo Bakri  mengatakan, akun palsu itu dianggap melakukan pencemaran nama baik dan juga SARA terhadap kliennya Juhari S.Tawary, Timsel Bawaslu Zona I Malut dengan postingan yang diunggah media sosial.

''Menurut bapak Juhari S. Tawary, S.Ag, M.Pdi Ketua KAHMI Halmahera Selatan dan juga sebagai Timsel Bawaslu Yang bisa lolos seleksi Bawaslu Halsel dari 6 besar hingga menuju 3 besar harus asli orang suku Makean Tahane. Jadi menurut dia harga mati Usman Hud orang Tahane yang jadi, ngana ruba suda KAHMI Halsel jadi KAHMI Tahane Halsel," tulis akun Bongkar tersebut di dinding Facebooknya.

Postingan terduga itu menurut Hastomo, sebagaimana diatur dalam UU sudah bisa dijerat dengan dua pasal. Diantaranya pasal 26 ayat 3 UU nomor 8 tahun 2011 dan pasal 28 tentang SARA.

"Jadi kami laporkan dia (akun Bongkar) terkait dua pasal itu, terkait pencemaran nama baik dan SARA," ujar Hastomo.

Hartomo mejelaskan, dari unggahannya itu dianggap menyerang pribadi kliennya. Ia meminta Ditreskrimsus Polda Malut segera memproses hukum akun tersebut sesuai undang-undang yang berlaku.

"Jadi aduan itu sudah kita sampaikan ke pihak kepolisian beserta bukti-bukti screenshot unggahan akun Facebook itu. Saya berharap laporan ini secepatnya ditindaklanjuti," tuturnya.

Sementara, Juhari S. Tawary menyampaikan, postingan dari akun itu ia ketahui setelah beredar di beberapa grup WhatsApp dan media sosial lainnya. Setalah dikroscek ternyata unggahan itu benar adanya dan secara langsung menyerang pribadi dirinya.

Akun itu menyerang Juhati sebagai Ketua KAHMI Halsel dab Timsel Bawaslu. Kata dia, selain itu akun Bongkar juga menyerang etnis atau suku dari Makean Tahane.

"Terlepas dari Ketua KAHMI dan Timsel Bawaslu Zona I saya juga selalu pegawai di Kementrian Agama Halsel, moderasi beragama yang diperintahkan oleh Menteri Agama kita jaga, jangan sampai ada kata-kata yang menyinggung orang kemudian terjadi konflik. Kita jaga perdamaian,” ujarnya.

Sambung dia, terkait akun palsu (Bongkar) tidak tahu siapa pemilik aslinya yang menyerang pribadinya di media sosial.

“Olehnya itu kehadiran saya di Polda ini meminta pihak kepolisian untuk menangani masalah ini, untuk segera diusut secara tuntas. Supaya ada efek jera," tandasnya.

Komentar

Loading...