Aset Pemprov Malut Belum Sepenuhnya Dikembalikan

Sejumlah aset Pemprov Malut yang di selamatkan Kejati Malut.(foto:ist)

TERNATE-PM.com, Pengembalian sejumlah aset daerah milik Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) yang masih dikuasi pihak ketiga atau mantan pejabat berupa Mobil Dinas (Mobdin) beberapa bulan lalu belum sepenuhnya dikembalian.

Hal ini setelah Pemprov menerbitkan Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dengan tujuan melakukan penarikan berupa aset bergerak itu sejuah ini baru sekitar 6 aset mobil dinas bermerek Fortuner dan Toyota Inova dikembalikan. Tersisa puluhan aset bergerak plus tidak bergerak berupa tanah belum dikembalikan serta dua mobil dinas masih berada di Jakarta.

“Ada dua mobil masih berada di jakarta. Yang kemungkinan waktu itu dipakai anggota DPRD Provinsi” kata Assdatun Kejati Malut Rilke Jeffri Huwae kepada wartawan, Rabu (06/01).

Jeffri mengaku, menyangkut aset pihaknya belum bisa memenitoring keberadan aset bergerak dan tidak bergerak itu lantaran baru mamasuki Tahun Baru 2021. Hal ini juga kordinasi dengan Pemprov serta penyusunan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) belum dibuat.

“Karena Dipanya Tahun ini (2021) belum disusun sehingga beberapa aset yang dilaur sana termasuk sejumah Tanah belum bisa dimonitor,”pinta Jeffri.

Sebelumnya sejumlah mobil dinas Fortuner dan Toyota Inova yang sempat dikuasai mantan pejabat dikembalikan. Seperti beberapa waktu lalu Tahun 2020 mobil Toyota Fortuner tahun 2009 senilai Rp. 540.101.000 dan mobil Toyota Innova Q tahun 2019 senilai Rp. 425.661.240. Kejati Malut sebelumnya juga menyelamatkan dua mobil senilai Rp.1.410.929.250.

Dikembalikan sejumlah aset mobil dinas itu maka sejauh ini total uang negara berhasil diselamatkan Kejati Malut senilai Rp.2.376 miliar. SKK Pemprov yang menjadi rujukan penarikan itu sebanyak 20 SKK hanya saja tersisa sekitar 14 SKK termasuk dua mobil dinas masih berada di Jakarta.(Red)

Komentar

Loading...