Atlet Pertanyakan Bonus Porprov, Ketua KONI Ternate : Apakah Torang Harus Bapinjam? 

Ilustrasi.

TERNATE-pm.com, Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprovi) IV telah berakhir pada 7 September 2022 lalu. Namun, belakangan mencuat masalah terkait dengan honor atau bonus atlet berprestasi pada ajang olahraga multi event tersebut.

Seperti ciutan salah satu atlet tinju Kota Ternate, Nurul Puja di dinding media sosial Facebook yang mempertanyakan kejujuran KONI terkait bonus yang akan diberikan setelah menyumbang medali untuk tuan rumah.

"Katanya di akhir bulan September atau awal Oktober sudah cair karena adanya perubahan anggaran. Tapi sampai pertengahan bulan ini (Oktober) masih sama. Selalu ditanya alasannya sedang pencairan. Mohon maaf pak, torang (kami) pe (punya) tenaga bukan dimain mainin, ini bicara soal tenaga yang kalian peras, uang tidak bisa diganti dengan tenaga pak," bunyi penggalan ciutan akun tersebut.

"Kalau begini terus, maka atlet Maluku Utara tidak akan pernah ada jaminan masa depan kalau pengurus-pengurusnya kek begini. Torang (kami) juara umum pak, torang perlu bukti dan hak atas kerja atlit Kota Ternate," sambugnya.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Ternate, Lukman S Poli dikonfirmasi menegaskan, terlambatnya realisasi bonus atlet bukan disengaja. Namun masih menunggu hasil evauliasi APBD Perubahan Kota Ternate 2022, oleh Pemprov Malut.

"Ini barang (bonus) kalau so (sudah) ada, pasti akan diselesaikan segala hal yang menyangkut dengan atlit. Cuma belum ada torang mau paksa seperti apa? Apakah kitorang (kami) harus bapinjam dengan segala bunga yang begitu tinggi, resikonya kemana?," tanya Lukman saat dihubungi poskomalut.com, via telpon di Ternate, Kamis (20/10/2022).

Munurutnya, Pemerintah Kota Ternate harusnya berkoordinasi dengan Pemprov terkait percepatan evaluasi agar keluhan atlet berprestasi segera diatasi.

Dirinya menyebut, bonus atlet yang berprestasi pada ajang Porprov IV 2022 merupakan kewajiban yang akan diselesaikan KONI.

"Selama ini, belum terjadi kendalam dalam menyelesaikan kebutuhan atlet, terutama yang berprestasi. Selesai pertandingan, mereka punya bonus juara itu diselesaikan di tempat," tandasnya.

Ia mengaku memiliki beban moral terhadap atlet dan pengurus cabang olahraga.

"Mereka sudah berjuang membawa Kota Ternate juara umum Porprov, namun hak bonus mereka belum diberikan. Saya harus berbuat apa?," tanya dia.

"Saya minta ini lebih cepat lebih bagus, supaya persolan ini segera beres. Ini sebenarnya tidak ada masalah. Begitu anggarannya sudah langsung kami selesaikan," sambung dia.

Ia menyebut masalah tersebut tidak hanya dialami Kota Ternate, namun kabupaten/kota lainnya menghadapi kendala yang sama.

Komentar

Loading...